Advertisement
Nasional Peristiwa Pilihan Editor Technology
Beranda » Diduga INDOSAT BERPERAN AKTIF dalam Mafia IMEI, Data Paspor Turis Asing DICURI dan DIREKAYASA dengan Teknologi AI

Diduga INDOSAT BERPERAN AKTIF dalam Mafia IMEI, Data Paspor Turis Asing DICURI dan DIREKAYASA dengan Teknologi AI

Republikbersuara.com, Batam – Sepak terjang provider telekomunikasi Indosat kini menjadi sorotan tajam publik. Perusahaan tersebut diduga terjebak dan bahkan berperan aktif dalam pusaran praktik mafia IMEI yang menggerogoti kepercayaan global serta merugikan negara.

Paspor turis asing dokumen sakral pelindung identitas pribadi diduga telah bertransformasi menjadi komoditas ilegal untuk mengaktifkan ribuan ponsel selundupan (black market) di Indonesia.

Berdasarkan penelusuran Republikbersuara.com, Jumat (23/1/2026), data paspor wisatawan mancanegara diduga dimanfaatkan secara masif untuk registrasi IMEI ilegal. Praktik ini berlangsung di tengah laju pertumbuhan penjualan Indosat yang dinilai sangat agresif dan impresif.

Namun, di balik grafik pertumbuhan tersebut, muncul dugaan pelanggaran serius terhadap privasi dan perlindungan data pribadi warga negara asing.

“Laporan pasar menunjukkan performa penjualan Indosat meningkat tajam. Namun lonjakan itu menyisakan jejak mencurigakan. Diduga, angka tersebut ditopang oleh aktivasi massal perangkat ilegal,” ujar seorang narasumber berpengalaman di bisnis tersebut kepada Republikbersuara.com. Narasumber ini mengaku telah menghentikan keterlibatannya dalam praktik ilegal.

Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Ganjar Penghargaan I Wayan Wiradarma

Ia mengungkapkan bahwa kelonggaran sistem registrasi IMEI bagi turis asing dimanfaatkan secara liar. Wisatawan yang tiba di Bandara Soekarno Hatta (Tangerang) maupun Bandara Ngurah Rai (Bali) hanya bermaksud membeli kartu SIM, namun tanpa disadari identitas mereka diduga “dipanen” untuk mengaktifkan ponsel-ponsel ilegal di Jakarta, Bali, hingga Medan.

“Indosat diduga memberikan celah kenyamanan ini demi mengejar target penjualan yang agresif, dengan mengabaikan risiko hukum internasional terkait perlindungan data pribadi,” tegasnya.

Manipulasi AI dan Lemahnya Sistem Verifikasi

Temuan paling mengkhawatirkan dalam investigasi ini adalah lemahnya sistem verifikasi identitas. Untuk mengakali persyaratan registrasi yang mewajibkan foto fisik, pelaku diduga menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

“Data paspor turis asing yang dicuri digunakan untuk menciptakan foto wajah atau dokumen palsu berbasis AI yang tampak sah di mata sistem otomatis operator,” jelas narasumber tersebut.

Dinobatkan Pegang Partai Demokrat dan Gerindra Kepri, Yan Fitri: “Manusia Gak Ada Gawean”

Ia menambahkan, sistem verifikasi Indosat dan Tri diduga melakukan pembiaran terhadap penggunaan foto-foto rekayasa tersebut. Minimnya human oversight serta ketiadaan sistem deteksi AI yang memadai membuat ribuan perangkat ilegal lolos aktivasi menggunakan identitas digital fiktif atau ‘zombie identity’.

“Ini bukan sekadar celah teknis, melainkan bentuk penghinaan terhadap standar keamanan data nasional. Praktik ini secara nyata mendukung peredaran gadget ilegal,” katanya.

Kerugian Negara dan Dugaan Aktor Lapangan

Dengan tersedianya jalur aktivasi ilegal ini, ponsel black market dapat dijual dengan harga jauh lebih murah karena menghindari pajak dan bea masuk. Dampaknya, negara mengalami potensi kerugian besar, sementara privasi wisatawan asing dikorbankan.

“Negara dirampok, wisatawan menjadi korban,” tegasnya.

Aseng Bos Pimpong Deluxe PUB & KTV Kembali Beroperasi, Aktivitas Judi Disebut Ramai Lagi

Untuk wilayah Tangerang, narasumber menyebut sosok Rifki alias Robert yang diduga menjadi aktor utama dalam pembuatan dan penjualan akun resmi registrasi SIM turis secara ilegal. Akun-akun dengan akses ke aplikasi internal seperti myRetail diperjualbelikan secara bebas.

“Bagaimana mungkin individu seperti Robert bisa menguasai sistem internal sensitif? Ini menunjukkan pengawasan internal Indosat sangat rapuh atau sengaja dibiarkan bocor,” pungkasnya.

(Tim Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement