Republikbersuara.com, Batam – BP Batam memulai pembangunan Landmark Bundaran Bandara Hang Nadim yang diberi nama Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan YDM V. Pembangunan landmark yang mengusung identitas sejarah dan budaya Melayu tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, Jumat (10/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah awak media menanyakan mengenai anggaran pembangunan yang disebut mencapai sekitar Rp30 miliar. Pertanyaan itu juga menyinggung adanya informasi mengenai keberatan atau keluhan dari kalangan pengusaha terhadap nilai anggaran proyek tersebut.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyatakan belum mengetahui adanya keluhan dari kalangan pengusaha.
“Saya gak tahu kalau ada pengusaha mengeluh terkait pembangunan Landmark Bundaran Bandara Hang Nadim,” ujarnya singkat.
Usai memberikan tanggapan tersebut, Amsakar tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai informasi yang disampaikan awak media.
Acara peletakan batu pertama turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya pimpinan DPRD Kota Batam, Ketua Lembaga Adat Melayu Kota Batam, Kapolresta Barelang, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat penjelasan resmi dari BP Batam mengenai rincian anggaran pembangunan landmark maupun tanggapan terhadap informasi mengenai keberatan yang disebut berasal dari kalangan pengusaha.
(Tim Redaksi)










Komentar