Republikbersuara.com, Batam – Dugaan aksi pengeroyokan terhadap Ramadan Vikriansyah, yang disebut sebagai anak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Tanjung Riau, terjadi di kawasan Golden Front, sekitar Andrew’s Party Mart, Golden Prawn, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Sabtu (17/10/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.40 hingga 04.00 WIB. Hingga kini, identitas pihak yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut belum diketahui secara pasti.
Berdasarkan keterangan awal seorang saksi bernama Deja, kejadian itu bermula setelah dirinya selesai bekerja dan menutup aktivitas di sebuah klub di kawasan tersebut.
Deja mengaku sempat ditemui korban yang menanyakan keberadaan adiknya. Korban disebut mencari adiknya karena yang bersangkutan kerap berinteraksi dengan saksi.
“Dia menanyakan adiknya, karena adiknya sering main sama saya. Saya bilang adiknya tidak ada di situ karena sedang bekerja,” ujar Deja dalam keterangan awalnya.
Namun, tidak lama setelah percakapan tersebut, saksi menyebut terjadi pemukulan terhadap korban. Kronologi lengkap, jumlah orang yang diduga terlibat, serta motif di balik kejadian itu masih belum diketahui secara jelas.
Pihak keluarga korban menyatakan sedang berada di Polsek untuk menjalani proses pemeriksaan. Keluarga juga menyebut terdapat sejumlah saksi yang diharapkan dapat membantu mengungkap peristiwa tersebut.
Keberadaan kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian juga belum dapat dipastikan.
Ibu Korban Desak Kapolresta Barelang Tangkap Pelaku
Santi Dewi Hutahayan, orang tua Ramadan Vikriansyah, mendesak Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono melalui Kapolsek Bengkong AKP Tigor Sibariba agar segera mengungkap kasus dugaan penganiayaan tersebut dan menangkap pihak yang bertanggung jawab.
Santi mengaku tidak terima anaknya menjadi korban dugaan penganiayaan dan pengeroyokan. Ia meminta aparat kepolisian memberikan kepastian hukum atas peristiwa yang menimpa putranya.
“Saya mau menuntut keadilan untuk putra saya. Saya tidak terima anak saya dianiaya dan dikeroyok. Kapolresta Barelang harus bisa menemukan pelakunya,” ungkap Santi Dewi Hutahayan kepada Republikbersuara.com, Sabtu (17/10/2026).
Ia berharap kepolisian segera menindaklanjuti laporan dan keterangan para saksi agar identitas pihak yang diduga terlibat dapat diketahui.
Hingga berita ini diterbitkan, kronologi lengkap kejadian, identitas terduga pelaku, motif dugaan pengeroyokan, serta perkembangan penanganan perkara masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pihak kepolisian.
(jim)






Komentar