Republikbersuara.com, Batam – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Kepulauan Riau menggelar Kenduri Kebangsaan dan Tausiah Kebangsaan bersama Ustadz Abdul Somad di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, unsur Forkopimda, perwakilan TNI, BIN, BNNP Kepri, tokoh lintas agama, Ketua LAM Kepri, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan paguyuban, Wakapolda Kepri, Bhayangkari, serta para Pejabat Utama Polda Kepri.
Pada kesempatan itu, Kapolda Kepri menerima penghargaan Sekalung Budi dari Dewan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau atas dedikasinya dalam mendukung pembuatan rekaman audiovisual Gurindam 12 karya Raja Ali Haji sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya Melayu di Kepulauan Riau.
Dalam sambutannya, Kapolda Kepri mengatakan bahwa Kenduri Kebangsaan sengaja dikemas dengan nuansa adat Melayu sebagai simbol persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan. Melalui tradisi duduk bersila dan makan berhidang, seluruh elemen masyarakat diajak mempererat silaturahmi, menghilangkan sekat perbedaan, serta memperkuat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kapolda juga menegaskan bahwa Kepulauan Riau sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus terus dijaga agar tetap aman, damai, dan kondusif. Menurutnya, sinergi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Dalam tausiahnya, Ustadz Abdul Somad mengapresiasi Polda Kepri yang menghadirkan nuansa adat dan budaya Melayu dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Ia menilai adat dan budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga, dilestarikan, serta diwariskan kepada generasi muda.
Ustadz Abdul Somad juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Menurutnya, budaya, sejarah, dan nilai-nilai kebersamaan menjadi fondasi penting dalam memperkuat persaudaraan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan Kenduri Kebangsaan dan Tausiah Kebangsaan tersebut menjadi momentum mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa di Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
(Tim Redaksi)






Komentar