Republikbersuara.com, Kupang – Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menunjukkan ketahanan sektor pariwisata di tengah gejolak nasional. Kondisi kondusif pasca berbagai unjuk rasa di sejumlah daerah berhasil menjaga stabilitas ekonomi lokal, termasuk sektor perhotelan.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTT mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi NTT bersama Forkopimda yang menggelar doa bersama dan deklarasi damai. Menurut PHRI, inisiatif ini berkontribusi besar menjaga suasana aman serta meningkatkan kepercayaan wisatawan.
“PHRI mengapresiasi langkah Pemprov NTT dan Forkopimda lewat doa bersama dan deklarasi damai sehingga tetap menjaga suasana kondusif di Kota Kupang,” ujar Dedy Jhon Hidayat, pengurus PHRI NTT, dikutip dari Merdeka.com.
Kondusivitas Dongkrak Pariwisata
Suasana aman di Kupang dinilai penting untuk meyakinkan wisatawan, terutama dari kota-kota besar seperti Surabaya, Bali, Makassar, dan Jakarta. Dengan citra positif tersebut, PHRI memastikan informasi akurat terus disampaikan guna mendukung keputusan perjalanan wisatawan.
Meski sempat terjadi penurunan okupansi hotel pada awal September, kondisi kini berangsur normal. “Sejak 1 September 2025 okupansi hotel memang sempat menurun imbas situasi nasional, tapi pada pekan kedua sudah mulai membaik,” jelas Dedy.
Tour de Entete Jadi Andalan
PHRI menaruh harapan besar pada ajang Tour de Entete 2025 yang akan digelar pada 10–21 September. Event ini diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan dan meningkatkan okupansi hotel di Kupang serta daerah sekitar.
“Year-to-date, okupansi hotel di NTT hampir mencapai 60 persen. Agustus bahkan menjadi yang tertinggi dengan tingkat okupansi 80 persen,” kata Dedy.
PHRI berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi kelancaran Tour de Entete 2025, termasuk dengan persiapan dan pelayanan maksimal di sektor perhotelan.
(jim)


Komentar