Republikbersuara.com, Batam – Peristiwa tragis kembali mengguncang Kota Batam. Seorang wanita muda bernama Dwi Putri Aprilian Dini, kelahiran 16 April 2000 asal Lampung, ditemukan ” tewas di duga dibunuh “ di sebuah mess di kawasan Jodoh Permai Blok D 28, Sabtu (29/11/2025). Korban diketahui bekerja sebagai pemandu lagu (LC) di salah satu tempat karaoke (KTV) yang cukup dikenal di wilayah Batam.
Informasi yang dihimpun Republikbersuara.com pada Sabtu (30/11/2025) pagi mengungkap sejumlah kejanggalan yang mengarah pada dugaan upaya penghilangan jejak oleh pelaku. Berdasarkan penelusuran lapangan, jasad korban diduga sengaja dibawa oleh pelaku, yang disebut sebagai seorang agensi karaoke, ke Rumah Sakit Elisabeth Sagulung. Tindakan tersebut diduga dilakukan untuk memanipulasi kondisi temuan jenazah agar kasus pembunuhan tersebut terlihat seperti insiden non-kriminal.
Sejumlah sumber internal menyebutkan bahwa korban terakhir kali terlihat bersama pelaku pada malam sebelum kejadian. Mess yang menjadi lokasi penemuan jasad kini sudah dipasangi garis polisi dan dijaga ketat. Para penghuni di sekitar lokasi mengaku terkejut dan tidak menduga bahwa sebuah peristiwa pembunuhan terjadi begitu dekat dengan lingkungan mereka.
Saat dikonfirmasi, Kanit Polsek Sagulung, Iptu Harris Anwar, membenarkan bahwa pihaknya sempat menerima laporan adanya jasad korban yang tiba di Rumah Sakit Elisabeth Sagulung dengan indikasi kuat sebagai korban pembunuhan. Namun, setelah melakukan pemeriksaan awal dan meninjau kronologi yang disampaikan pelapor, Harris menegaskan bahwa TKP berada di wilayah hukum yang berbeda.
“Ya, ada anggota yang ke Rumah Sakit Elisabeth Sagulung. Dari pemeriksaan awal, benar itu adalah kasus pembunuhan. Namun setelah ditelusuri, TKP berada di wilayah Polsek Batu Ampar, jadi kami kembalikan penanganannya ke sana,” jelas Harris.
Harris juga menambahkan bahwa jasad korban saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan otopsi lebih mendalam guna memastikan penyebab kematian serta mengumpulkan bukti forensik lainnya yang dapat memperjelas kronologi pembunuhan tersebut.
Sementara itu, pelaku yang disebut sebagai agensi karaoke telah diamankan oleh Polsek Batu Ampar untuk proses penyidikan lebih lanjut. Hingga kini, pihak kepolisian belum merilis identitas pelaku maupun motif pembunuhan, namun sumber internal menyebutkan adanya kemungkinan latar belakang perselisihan antara pelaku dan korban sebelum kejadian.
“Saat ini jasad korban sudah berada di RS Bhayangkara untuk otopsi. Pelaku, yang merupakan agensi karaoke, sudah kami amankan di Polsek Batu Ampar,” tambah Harris.
(jim)



Komentar