Republikbersuara.com, Batam – Penyelidikan aktivitas markas judi online (judol) dan scamming yang digerebek di Apartemen Baloi View Apatel pada Rabu (6/5/2026) pagi terus berlanjut.
Dari informasi yang dihimpun Republikbersuara.com, pemeriksaan akan berlanjut terhadap pemilik dan pengelola Apartemen Baloi View Apatel guna mendalami keterkaitan dengan aktivitas 210 warga negara asing (WNA) yang diamankan dalam operasi gabungan tersebut.
“Besok kita akan periksa pemilik dan pengelola Apartemen Baloi View Apatel untuk mendapatkan informasi terkait lokasi yang dijadikan 210 WNA sebagai markas judi online dan scamming,” ujar salah seorang pejabat Intelijen Keimigrasian kepada Republikbersuara.com, Minggu (10/5/2026) malam.
Selain pemeriksaan terhadap pihak pengelola, seluruh WNA yang diamankan saat ini disebut telah dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi karena keterbatasan tempat penanganan sebelumnya.
“210 WNA yang tertangkap tersebut saat ini sudah dipindahkan ke rumah detensi imigrasi karena alasan tempat penanganan sangat sempit,” imbuhnya.
Sebelumnya, penggerebekan markas aktivitas judi online (online gambling) dan penipuan daring (scamming) di Apartemen Baloi View Apatel dilakukan aparat gabungan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bersama personel Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri pada Rabu (6/5/2026) pagi.
Pascapenggerebekan tersebut, keberadaan sejumlah mobil mewah jenis Toyota Alphard yang diduga berkaitan dengan pria berinisial RDS turut menjadi sorotan publik di Kota Batam.
Berdasarkan hasil investigasi Republikbersuara.com, kendaraan yang diduga dimiliki RDS terdiri dari tiga unit Toyota Alphard, yakni Alphard warna gold bernomor polisi BP 805 RZL, Alphard hitam BP 805 RDS, serta Alphard hitam BP 805 CIO. Selain itu terdapat satu unit Innova Reborn BP 1210 RDS dan satu unit Mitsubishi Xpander warna putih.
Nama Brigadir Benny Adianto yang diketahui merupakan ajudan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad juga ikut disebut-sebut dalam informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Informasi yang dihimpun Republikbersuara.com menyebutkan Brigadir Benny Adianto diduga memiliki pekerjaan sampingan di luar tugas kedinasannya sebagai anggota Polri. Ia dikabarkan bekerja paruh waktu sebagai sopir di usaha rental mobil milik RDS.
“Benny selain ajudan Gubernur Kepri juga mencari tambahan penghasilan dengan menjadi sopir part time bekerja di rental mobil milik RDS,” ungkap seorang sumber kepada Republikbersuara.com, Sabtu (9/5/2026).
Sumber tersebut juga menjelaskan terkait beredarnya informasi mengenai dugaan kepemilikan senjata api saat penggerebekan berlangsung. Menurutnya, benda yang terlihat dalam peristiwa tersebut merupakan airsoft gun dan bukan senjata api organik milik Brigadir Benny Adianto.
“Senjata yang terlihat itu airsoft gun. Saat kejadian, airsoft gun tersebut dibawa seorang oknum anggota TNI AU berinisial F,” ujar sumber.
Selain itu, kendaraan mewah jenis Toyota Alphard yang diduga berkaitan dengan RDS juga disebut kerap menggunakan pelat nomor yang tidak sesuai identitas kendaraan.
“RDS memiliki beberapa unit Alphard, kemudian Xpander dan Innova Reborn yang disewakan. RDS juga diduga sering menggunakan pelat bodong untuk menghindari pantauan di jalan,” kata sumber tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polda Kepulauan Riau maupun Brigadir Benny Adianto terkait informasi yang beredar tersebut.
(jim)


Komentar