Republikbersuara.com. Batam – Rabu pagi, 6 Mei 2026, suasana di Apartemen Baloi View Apatel yang biasanya tampak tenang mendadak berubah tegang.
Lorong-lorong apartemen yang selama ini terlihat biasa saja mendadak dipenuhi aparat gabungan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bersama personel Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri. Langkah cepat petugas menyusuri tiap lantai, mengetuk hingga membuka sejumlah unit apartemen yang diduga menjadi pusat aktivitas ilegal.
Tak butuh waktu lama, operasi yang berlangsung senyap itu sontak menggegerkan penghuni apartemen.
Satu per satu warga negara asing (WNA) keluar dari unit-unit yang diperiksa petugas. Sebagian tampak terkejut, sebagian lainnya hanya tertunduk tanpa banyak bicara. Dari balik pintu-pintu kamar yang tertutup rapat, aparat menemukan pemandangan yang tak biasa deretan komputer, perangkat elektronik, jaringan internet berkapasitas tinggi, hingga perlengkapan kerja yang diduga digunakan untuk menjalankan aktivitas judi online (judol) dan penipuan daring atau scamming.
Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan 210 WNA dari berbagai negara.
Rinciannya, 84 warga negara China terdiri dari 78 laki-laki dan 6 perempuan. Kemudian 125 warga negara Vietnam, terdiri dari 85 laki-laki dan 40 perempuan. Serta 1 warga negara Myanmar berjenis kelamin perempuan.
Total keseluruhan yang diamankan terdiri dari 163 laki-laki dan 47 perempuan.
Jumlah yang fantastis itu sontak memunculkan pertanyaan besar: bagaimana ratusan orang asing bisa beraktivitas dalam satu lokasi tanpa terdeteksi sejak awal?
Sumber internal yang mengetahui jalannya pemeriksaan mengungkapkan bahwa hingga Rabu malam, seluruh WNA tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif.
“Masih diperiksa. Barang bukti berupa puluhan unit komputer yang ditemukan di lokasi juga sudah diamankan untuk pendalaman lebih lanjut,” ujar sumber tersebut kepada Republikbersuara.com.
Namun yang lebih mengejutkan, dugaan sementara menyebut aktivitas tersebut bukanlah operasi dadakan.
Praktik itu diduga sudah berjalan sekitar dua bulan di Apartemen Baloi View.
Selama kurun waktu itu, unit-unit apartemen disebut beroperasi layaknya kantor tertutup. Aktivitas keluar masuk penghuni berlangsung minim interaksi dengan warga sekitar. Tirai selalu tertutup rapat. Mobilitas penghuni berlangsung nyaris tanpa jejak.
Bagi penghuni lain, aktivitas di sejumlah unit memang terasa janggal. Lampu ruangan menyala hampir 24 jam. Kurir dan logistik datang silih berganti. Namun tak banyak yang menyangka di balik dinding apartemen itu diduga tersimpan operasi digital berskala besar.
Informasi yang diperoleh menyebutkan aktivitas tersebut diduga dikendalikan oleh dua orang berinisial AL dan WL.
Keduanya disebut merupakan warga Tanjungpinang dan Batam yang diduga memiliki pengalaman menjalankan operasi serupa di Kamboja.
Jika dugaan ini benar, maka kasus Baloi View bukan sekadar pelanggaran keimigrasian biasa, melainkan berpotensi terhubung dengan pola operasi lintas negara yang selama ini kerap menjadikan wilayah Asia Tenggara sebagai basis aktivitas scamming dan perjudian online.
Nama Batam pun kembali terseret dalam sorotan.
Letaknya yang strategis, berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, selama ini menjadikan kota industri ini sebagai salah satu titik rawan pergerakan jaringan lintas batas.
Kasus penggerebekan di Baloi View menambah daftar panjang indikasi pemanfaatan properti eksklusif sebagai lokasi operasi tertutup.
Sebelumnya, isu dugaan aktivitas judi online di apartemen tersebut sempat mencuat ke publik melalui pemberitaan media.
Informasi itu kemudian berkembang cepat, memicu perhatian aparat penegak hukum hingga akhirnya dilakukan operasi gabungan.
Penggerebekan ini menjadi sinyal bahwa aparat mulai bergerak serius membongkar dugaan jaringan digital ilegal yang beroperasi di Batam.
Kini perhatian publik tertuju pada hasil pemeriksaan lanjutan.
Hingga berita ini diturunkan Republikbersuara.com, pihak Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam maupun Ditreskrimum Polda Kepri masih melakukan pendalaman.
Di balik tembok Apartemen Baloi View yang selama ini tampak biasa, tersingkap dugaan operasi gelap yang membuka babak baru dalam perang melawan judi online dan scamming di Batam.
(jim)


Komentar