Advertisement
Nasional Peristiwa
Beranda » 2 ANGGOTA KOMPOLNAS Atensi Empat Kasus Mandek di Tangan Kepemimpinan Kompol M. Debby Andrestian

2 ANGGOTA KOMPOLNAS Atensi Empat Kasus Mandek di Tangan Kepemimpinan Kompol M. Debby Andrestian

Republikbersuara.com, Jakarta – Dua Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mohammad Choirul Anam atau Cak Anam dan Gufron Mabruri, angkat suara terkait empat kasus besar yang hingga kini tak kunjung menemukan titik terang di bawah penanganan Satreskrim Polresta Barelang pimpinan Kompol M. Debby Andrestian. Keempat kasus itu telah menimbulkan sorotan publik luas, bahkan mendapat perhatian khusus dari Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo yang sebelumnya mendesak agar penyidik segera mengungkap kasus pembunuhan Chyntia, warga Bengkong yang telah tertunda hampir satu dekade.

Empat kasus yang dipermasalahkan tersebut ialah:

  1. Kasus pembunuhan Chyntia yang sudah hampir 10 tahun tanpa kejelasan pelaku.
  2. Perampokan Alfa Mart Saguba, yang pelakunya belum terungkap meskipun telah melewati berbagai gelar perkara.
  3. Kasus penikaman seorang Hakim Pengadilan Agama, yang dianggap sebagai kasus serius karena menyangkut keamanan aparat penegak hukum.
  4. Kasus kematian tragis Al Fatih Usnan, balita dua tahun yang ditemukan meninggal pada 31 Maret 2024 dan semakin menjadi sorotan setelah RDP panas di Komisi I DPRD Batam, yang menilai penanganannya penuh kejanggalan dan sangat lambat.

Saat dihubungi melalui telepon oleh Republikbersuara.com pada Rabu (10/12/2025) pagi, Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam menegaskan bahwa Polda Kepri perlu mengambil langkah tegas. Menurutnya, lambannya perkembangan empat perkara tersebut berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian di wilayah Kepri.

“Polisi harus bekerja secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku. Proses kerjanya harus akuntabel, transparan, dan mampu memberikan kepastian hukum kepada masyarakat. Keempat kasus ini harus dituntaskan segera dan tidak boleh dibiarkan menggantung,” ujarnya tegas.

Cak Anam menambahkan bahwa kasus-kasus yang lama tidak terungkap ini dapat menimbulkan persepsi negatif dari masyarakat bila tidak segera ditangani secara serius. Ia memperingatkan bahwa jajaran Polda Kepri tidak boleh menganggap kasus-kasus tersebut sudah dilupakan publik, karena justru semakin sensitif dari waktu ke waktu.

Menunggu Giliran “ DUDUK di KURSI PANAS “ Subdit II Ditreskrimum Polda Kepri PANGGIL Li Xin Cs Terkait Konflik Bisnis PT JAJ vs PT CCYR

“Jangan ada anggapan bahwa kasus ini dilupakan. Justru makin lama makin sensitif. Kasus-kasus ini harus diselesaikan secara tuntas. Jika tidak, publik akan mempertanyakan komitmen kepolisian dalam menangani perkara serius,” tambahnya.

Sementara itu, Komisioner Kompolnas lainnya, Gufron Mabruri, yang dihubungi dalam waktu bersamaan, menegaskan bahwa Kompolnas akan mempelajari penanganan keempat perkara tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan menanyakan sejauh mana proses penyidikan berjalan di bawah kepemimpinan Kompol M. Debby Andrestian.

“Saya akan tindak lanjuti perkara empat kasus tersebut untuk dipelajari dan dibaca. Hal ini penting untuk memastikan ada langkah konkret dari jajaran Polda,” ujarnya singkat namun menekankan keseriusan.

Keempat kasus ini sebelumnya menjadi perhatian luas setelah sejumlah keluarga korban mengeluhkan minimnya perkembangan penyidikan. Banyak informasi yang dinilai janggal, mulai dari lambatnya penerbitan SPDP, kurangnya transparansi hasil autopsi, hingga tidak adanya penetapan tersangka meski kasus telah berlangsung berbulan-bulan  bahkan bertahun-tahun, seperti dalam kasus Chyntia.

Desakan dari Komisi I DPRD Batam, lembaga bantuan hukum, hingga pernyataan keras Kompolnas kini menempatkan Polda Kepri dalam sorotan besar. Publik menunggu apakah kepemimpinan Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin akan segera mengambil langkah percepatan, termasuk kemungkinan evaluasi terhadap kinerja jajaran penyidik di bawah komando Kompol M. Debby Andrestian.

Usai OGAH BICARA, Manajemen PT ALS Supindo Construction Akhirnya BUKA SUARA Soal Laka Kerja Gio

(Isa Mulyadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement