Advertisement
Batam Peristiwa
Beranda » Warga Kabil Keluhkan Limbah Plastik PT PRI, Sebut Asap dan Air Limbah Berbau Menyengat

Warga Kabil Keluhkan Limbah Plastik PT PRI, Sebut Asap dan Air Limbah Berbau Menyengat

Republikbersuara.com, Batam— Warga Kampung Panau RT 001 RW 004, Kelurahan Kabil, Kota Batam kembali mengeluhkan dampak pembuangan limbah plastik yang diduga berasal dari PT Polymer Resources Indonesia (PRI). Mereka menyebut, pembuangan limbah ini telah berlangsung sejak perusahaan mulai beroperasi dan menimbulkan bau menyengat hingga asap pekat yang mengganggu kesehatan.

Berdasarkan penelusuran, air limbah berwarna putih pekat yang dibuang melalui parit mengalir hingga ke laut. Warga menduga proses pembuangan tidak sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) pengelolaan limbah.

Keluhan Warga

M. Salim, salah satu warga, mengatakan pembuangan limbah kerap dilakukan pada malam hari.

“Warnanya putih dan bau sekali. Sejak setahun beroperasi, dampaknya sudah terasa. Selain air limbah, asap dari cerobong juga sering masuk ke rumah-rumah warga,” ungkapnya, Jumat (8/8/2025).

Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Ganjar Penghargaan I Wayan Wiradarma

Ia menambahkan, perusahaan sebelumnya pernah berjanji memperpanjang cerobong asap agar tidak langsung mengarah ke permukiman, namun hingga kini janji tersebut belum terealisasi.

“Kalau angin barat, asapnya semua ke arah sini. Di sini ada anak sekolah juga. Bau asapnya bikin pusing,” tambahnya.

Tidak Ada Tindak Lanjut dari Pemerintah Setempat

Warga mengaku sudah pernah mengadu kepada pihak RT/RW dan menghadiri pertemuan dengan pihak perusahaan. Namun, sampai sekarang tidak ada tindak lanjut nyata.

“Bahaya ini bukan untuk satu orang, tapi untuk seluruh kampung. Pemerintah seharusnya ikut memikirkan,” ujar Salim.

Dinobatkan Pegang Partai Demokrat dan Gerindra Kepri, Yan Fitri: “Manusia Gak Ada Gawean”

Dampak Kesehatan dan Lingkungan

Warga lain juga mengeluhkan bau limbah yang menyebabkan sakit kepala. Warna air limbah bervariasi dari putih pekat hingga hitam, disertai bau menyengat.

“Kalau malam asapnya sampai pagi. Jam setengah delapan pun masih gelap karena asap,” kata salah seorang warga.

Merembet ke Perusahaan Lain

Pencemaran ini tak hanya berdampak ke warga. PT Pertamina Energy Terminal (PET) Kabil, yang mengelola air untuk suplai kapal, juga mengaku kolam penampungan air mereka tercemar oleh limbah plastik dari PT PRI.

Aseng Bos Pimpong Deluxe PUB & KTV Kembali Beroperasi, Aktivitas Judi Disebut Ramai Lagi

Saat dikonfirmasi, pihak PT PRI menolak memberikan tanggapan.

(Jim)

Komentar

  1. Search Index berkata:

    Hi,

    add republikbersuara.com to the Google Search Index so it can be displayed in search results. Visit now:

    https://SearchRegister.org/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement