Republikbersuara.com, Batam – Aktivitas gelanggang permainan (gelper) di kawasan Mall Top 100 Tembesi kembali menjadi sorotan publik. Di balik label “permainan anak”, arena yang dikenal sebagai Alexsis diduga kuat menyimpan praktik perjudian terselubung yang berlangsung tanpa hambatan berarti.
Lebih mencengangkan, muncul dugaan adanya upaya sistematis untuk membungkam pemberitaan media, termasuk terhadap Republikbersuara.com. Sejumlah pihak yang disebut-sebut sebagai “orang kepercayaan” pengelola arena tersebut diduga aktif melakukan tekanan agar aktivitas di dalam lokasi tidak terekspos ke publik.
Situasi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, praktik yang diduga melanggar hukum itu disebut berlangsung di wilayah hukum “Polsek Sagulung”, namun terkesan berjalan mulus seolah tak tersentuh penindakan.
“Kalau aparat di daerah diam, ini patut dicurigai. Jangan sampai ada pembiaran,” ujar Tony, salah seorang warga Batam, Kamis (16/4/2026).
Tony juga menyoroti dugaan adanya “koordinasi” antara pengelola dengan oknum tertentu, termasuk isu setoran agar aktivitas gelper tetap aman dari razia.
“Kami menduga ada setoran. Kalau tidak, tidak mungkin berjalan terang-terangan seperti itu,” tegasnya.
Desakan pun mengarah ke tingkat pusat. Warga meminta perhatian langsung dari Mabes Polri, khususnya Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam), untuk turun tangan menyelidiki dugaan pembiaran tersebut.
Nama Kapolri Listyo Sigit Prabowo ikut disebut dalam harapan masyarakat agar segera menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap jajaran di wilayah tersebut.
“Kalau benar ada pembiaran atau bahkan keterlibatan, ini bukan lagi soal lokal. Ini soal kepercayaan publik terhadap institusi,” tambah Tony.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan aktivitas gelper di lokasi tersebut maupun isu upaya pembungkaman terhadap media.
Publik kini menunggu, apakah aparat akan bertindak, atau justru kembali memilih diam di tengah sorotan yang kian tajam.
(Tim Redaksi)










Komentar