Republikbersuara.com, Batam – Suasana sore di Gedung Lancang Kuning (GLK) Polda Kepri, Kamis (18/12/2025), mendadak menjadi perhatian awak media. Sorotan tertuju pada raut wajah Bupati Lingga Muhammad Nizar yang tampak masam dan tidak bersahabat saat meninggalkan lokasi kegiatan.
Ekspresi tersebut muncul ketika pewarta Republikbersuara.com mengonfirmasi laporan Aliansi Masyarakat Kepri yang telah melayangkan pengaduan ke Presiden Prabowo Subianto, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan Agung terkait dugaan penggundulan besar-besaran kawasan hutan Daek Lingga, Kecamatan Lingga Utara, Desa Centeng, Dusun Senempek.
Aktivitas penggundulan hutan itu disebut mencapai sekitar 19.000 hektare dan diduga melibatkan PT CSA, sehingga memicu polemik dan kecaman luas dari berbagai elemen masyarakat sipil.
Raut wajah kesal Bupati Lingga tampak jelas saat Gubernur Kepri Ansar Achmad berupaya memanggilnya untuk memberikan keterangan. Momen tersebut turut menjadi perhatian Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Gubernur Kepri Ansar Achmad, serta Kepala Badan Intelijen Negara (Kabinda) Kepri Brigjen TNI Bonar Panjaitan, yang berada di lokasi.
Meski sempat terkesan mengabaikan panggilan, Bupati Lingga akhirnya merespons singkat pertanyaan wartawan.
“Pak Bupati, apa tanggapan terkait laporan Aliansi Masyarakat Kepri ke Presiden Prabowo Subianto, KPK, dan Kejaksaan Agung atas kerusakan kawasan hutan Daek Lingga, Kecamatan Lingga Utara, Desa Centeng, Dusun Senempek?” tanya wartawan.
Namun, Muhammad Nizar memilih tidak memberikan penjelasan dan hanya menanggapi singkat.
“No comment,” ujarnya, sebelum meninggalkan lokasi.
(Tim Redaksi)



Komentar
Bgs Ind perlu mendiakan agar kebijakan ekologi diperhatikan oleh pemerintah