Advertisement
Batam Peristiwa Pilihan Editor
Beranda » NEGARA MEMALUKAN DIRI SENDIRI! DI BALIK MEGAHNYA Polda Kepulauan Riau, TARUNA MUDA POLRI “DIPANGGANG HIDUP-HIDUP” DIDUGA TIDUR BERALASKAN TIKAR, BERMANDI PELUH!

NEGARA MEMALUKAN DIRI SENDIRI! DI BALIK MEGAHNYA Polda Kepulauan Riau, TARUNA MUDA POLRI “DIPANGGANG HIDUP-HIDUP” DIDUGA TIDUR BERALASKAN TIKAR, BERMANDI PELUH!

Republikbersuara.com,  Batam – Ini bukan sekadar kelalaian. Ini potret telanjang bagaimana negara bisa tampak gagah di luar, namun rapuh bahkan kejam di dalam.

Gedung berdiri megah. Cat mengilap. Halaman tertata. Kendaraan dinas berjejer seperti parade kekuasaan. Tapi masuk sedikit lebih dalam, realitas berubah brutal.

Di lorong yang sunyi dan nyaris tak tersentuh perhatian, para remaja Polri anak-anak muda yang menyerahkan hidupnya untuk negara justru seperti “dilupakan”.

Udara pengap menggantung tanpa ampun. Kipas angin tua berputar lamban seperti napas terakhir, tak sanggup melawan panas yang menyesakkan dada. Keringat mengalir, menempel, dan tak pernah benar-benar hilang.

Di atas lantai keras tanpa kasur, tanpa kenyamanan tubuh-tubuh muda itu hanya beralas tikar tipis. Tipis sampai rasa sakit dari lantai naik ke tulang.

Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Ganjar Penghargaan I Wayan Wiradarma

Ini bukan pembinaan namun pengabaian yang dibiarkan hidup serta kontrasnya terasa menampar logika.

Di satu sisi, ruangan pimpinan dingin ber-AC, pintu tertutup rapat, penuh kenyamanan dan fasilitas.Di sisi lain, calon-calon Bhayangkara dipaksa “berdamai” dengan panas, peluh, dan ketidaklayakan.

Satu institusi. Dua realitas yang saling menertawakan. Ironi ini menjadi pukulan telak bagi narasi modernisasi yang selama ini digaungkan. Ketika wajah luar dipoles, tapi ruang dalam dibiarkan membusuk.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo kini didesak bukan sekadar memberi pernyataan melainkan datang, melihat, dan menjawab.

Karena pertanyaan publik sudah berubah menjadi tudingan. Apakah ini bentuk pembinaan… atau pembiaran? Ke mana aliran anggaran yang selama ini digembar-gemborkan?

Dinobatkan Pegang Partai Demokrat dan Gerindra Kepri, Yan Fitri: “Manusia Gak Ada Gawean”

Mengapa mereka yang disiapkan menjadi pelindung masyarakat justru tidak dilindungi?

Bagaimana mungkin mencetak aparat yang kuat, jika tubuh mereka sendiri dipaksa beristirahat dalam kondisi yang melemahkan?

Dan satu pertanyaan yang kini mulai menggema lebih keras, lebih tajam, dan lebih berbahaya. Jika tempat tidur saja tak layak, lalu bagaimana dengan isi piring mereka setiap hari?

Apakah negara benar-benar hadir di sana
atau hanya sibuk menjaga citra di permukaan?

(Tim Redaksi)

Aseng Bos Pimpong Deluxe PUB & KTV Kembali Beroperasi, Aktivitas Judi Disebut Ramai Lagi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement