Advertisement
Batam Peristiwa
Beranda » Insiden Dugaan Kelalaian Kerja Dua Pekerja di PT Satnusa: Muhammad Jufri dan Sandi Herliansyah, Apa Kabar?

Insiden Dugaan Kelalaian Kerja Dua Pekerja di PT Satnusa: Muhammad Jufri dan Sandi Herliansyah, Apa Kabar?

Republikbersuara.com, Batam– Kecelakaan kerja yang menimpa dua pekerja konstruksi di proyek pembangunan gedung milik PT Sat Nusapersada, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Jumat malam (23/5/2025) hingga kini belum menemukan kejelasan hukum maupun transparansi informasi publik.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB di kawasan Kecamatan Lubuk Baja, saat dua pekerja bernama Muhammad Jufri dan Sandi Herliansyah sedang membentuk serta menahan cetakan beton yang akan dicor. Namun, proses tersebut berubah menjadi tragedi saat operator tower crane mengangkat balok baja dari luar pagar proyek. Tanpa disadari, balok tersebut menyenggol pagar spandek proyek, menyebabkan pagar roboh dan menimpa kedua pekerja.

Akibat peristiwa itu, Jufri dan Sandi mengalami luka cukup serius dan langsung dilarikan ke RS Budi Kemuliaan untuk menjalani perawatan intensif. Berdasarkan informasi awal, keduanya menderita cedera berat akibat tertimpa material proyek yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat standar keselamatan kerja.

Yang menjadi sorotan, hingga lebih dari empat bulan pascakejadian, belum ada kejelasan resmi dari pihak perusahaan maupun kepolisian mengenai tindak lanjut perkara ini. Bahkan dugaan kelalaian kerja yang mengakibatkan kecelakaan berat belum juga diproses secara transparan. Informasi terbaru menyebutkan bahwa penanganan kasus ini telah ditarik ke Satreskrim Polresta Barelang, namun perkembangan penyelidikan belum diumumkan ke publik.

Pihak masyarakat sipil pun mempertanyakan tanggung jawab hukum dan moral perusahaan, serta efektivitas pengawasan dari pihak Disnaker Kota Batam.

Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Ganjar Penghargaan I Wayan Wiradarma

“Keselamatan pekerja bukan sekadar formalitas di papan proyek. Jika ada kelalaian, harus ada yang bertanggung jawab secara hukum,” ujar salah satu aktivis buruh Batam yang enggan disebut namanya.

Insiden ini menambah daftar panjang kasus kecelakaan kerja di Batam yang kerap kali berakhir tanpa kejelasan hukum. Transparansi dan akuntabilitas dari PT Sat Nusapersada maupun aparat penegak hukum kini dinantikan publik.

(Jim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement