Advertisement
Batam Kriminal Peristiwa Terkini
Beranda » Empat Nyawa Melayang, Dugaan Kelalaian K3 di PT ASL Belum Berujung Tersangka

Empat Nyawa Melayang, Dugaan Kelalaian K3 di PT ASL Belum Berujung Tersangka

Republikbersuara.com, Batam – Lebih dari sebulan pasca-ledakan maut di kapal FSO Federal II milik PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, belum satu pun pihak yang dimintai pertanggungjawaban hukum. Empat nyawa melayang dan lima lainnya luka-luka dalam insiden yang terjadi pada 24 Juni 2025. Tragedi ini kembali menyoroti budaya abai terhadap keselamatan kerja di sektor galangan kapal yang kerap berulang namun luput dari reformasi serius.

Pihak Polresta Barelang menyatakan bahwa penetapan tersangka masih menunggu hasil laboratorium forensik Mabes Polri. Proses penyelidikan pun telah melibatkan puluhan saksi, termasuk saksi ahli dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri.

Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, mengatakan bahwa timnya menemukan bukti nyata adanya kelalaian dalam sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang dijalankan PT ASL.

”Bagian  pengawasan dari Disnakertrans Kepri telah kembeikan keterangan sebagai saksi ahli, dan ditemukan kelalaian dalam sistem K3,” ujar Diky, Minggu (27/7/2025).

Untuk diketahui, PT ASL bukan kali ini saja tercatat lalai dalam urusan keselamatan kerja. Pada Maret 2021, seorang pekerja bernama Petrick Natanael Sitompul tewas akibat jatuh dari ketinggian, dan kasus itu tidak diikuti dengan perbaikan sistem yang berarti.

Menunggu Giliran “ DUDUK di KURSI PANAS “ Subdit II Ditreskrimum Polda Kepri PANGGIL Li Xin Cs Terkait Konflik Bisnis PT JAJ vs PT CCYR

Sebelumnya Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, juga turut menyuarakan keprihatinan mendalam atas lambannya proses hukum dan mendesak agar kepolisian bertindak cepat, transparan, dan profesional.

“Ini soal nyawa manusia. Kalau ada unsur kelalaian, harus ada yang bertanggung jawab. Jangan sampai impunitas menjadi budaya dalam kasus kecelakaan kerja,” kata Anis, Jumat (18/7/2025).

Komnas HAM menyatakan siap mengawal proses penyelidikan dan mendorong pengambilalihan perkara ke tingkat pusat bila ditemukan indikasi ketertutupan dalam proses hukum di daerah.

Di tengah sorotan publik dan tekanan berbagai pihak, manajemen PT ASL belum memberikan tanggapan resmi. Sikap diam ini memperkuat kesan kurangnya transparansi dan akuntabilitas perusahaan terhadap insiden yang terjadi di wilayah operasionalnya.

(Jim)

Usai OGAH BICARA, Manajemen PT ALS Supindo Construction Akhirnya BUKA SUARA Soal Laka Kerja Gio

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement