Republikbersuara.com, Batam – Nama RDS, pemilik usaha rental mobil mewah jenis Alphard, semakin santer diperbincangkan usai penyidik Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldak) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam terus mendalami keberadaan 210 warga negara asing (WNA) yang diamankan dalam penggerebekan Apartemen Baloi View Apartel terkait dugaan aktivitas judi online (online gambling) dan penipuan daring (scamming) internasional.
Hingga kini, sosok sponsor dan penjamin keberadaan ratusan WNA tersebut disebut masih belum diungkap secara terang kepada publik.
Nama RDS, yang disebut-sebut sebagai mantan pegawai BPN, ikut mencuat setelah beberapa unit mobil Toyota Alphard diduga mengetahui aktivitas para WNA yang diamankan tim gabungan aparat.
Dari penelusuran tim redaksi Republikbersuara.com,pada Jumat (15/5/2026) sore, sebuah mobil Honda berwarna putih terlihat terparkir di sebuah rumah mewah kawasan elit di Batam yang diduga berkaitan dengan RDS.
Dalam pantauan di lokasi, rumah berlantai tiga tersebut tampak sepi tanpa aktivitas penghuni usai nama pemiliknya ramai diberitakan media.
Sebelumnya, tekanan publik terus menguat agar aparat membuka secara terang siapa sponsor dan penjamin keberadaan ratusan WNA tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Republikbersuara.com, sosok berinisial F yang disebut merupakan adik kandung RDS juga diduga mengetahui keberadaan para WNA yang diamankan aparat gabungan.
“F itu adik RDS pemilik rental mobil dan saat ini RDS disebut kabur ke Pekanbaru usai namanya disebut-sebut diduga ikut mengetahui keberadaan 210 WNA yang digrebek tim gabungan,” ujar salah seorang sumber kepada Republikbersuara.com,Jumat (15/5/2026) siang.
Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa RDS diketahui tinggal di sebuah perumahan elit di Batam dan disebut merangkap sebagai Ketua RT.
“RDS tinggal di sebuah perumahan elit dan merangkap sebagai Ketua RT. Dari informasi yang beredar, yang bersangkutan disebut sudah melarikan diri usai namanya dikaitkan dengan keberadaan 210 WNA tersebut,” imbuhnya.
Pasca penggerebekan besar-besaran terhadap dugaan aktivitas judi online dan scamming internasional tersebut, sejumlah pertanyaan dinilai masih perlu didalami secara serius oleh pihak kepolisian maupun Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.
Mulai dari siapa agen travel yang mengurus kedatangan para WNA, siapa pihak penyewa unit Apartemen Baloi View Apartel, berapa lama apartemen tersebut disewa, hingga bagaimana sistem transaksi pembayaran yang digunakan.
“Ini perlu diingat dan diperhatikan kepada Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam dan kepolisian agar segera membongkar dan mencecar pihak manajemen Apartemen Baloi View Apartel soal siapa agen travel, siapa penjamin, siapa penyewa Baloi View, berapa lama disewa, transaksi lewat apa, serta mengungkap sosok sponsor dan penjamin keberadaan 210 WNA,” ujar Wardani kepada Republikbersuara.com, Selasa (12/5/2026) sore.
Wardani juga menyoroti sosok pemilik kendaraan rental berinisial RDS yang dinilai perlu diperiksa lebih mendalam guna mengungkap dugaan keterkaitan serta peran penting dalam jaringan tersebut.
“Sosok yang sangat krusial, pemilik kendaraan rental RDS juga harus diperiksa secara ketat untuk mengungkap misteri yang sebenarnya,” tegasnya.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran Republikbersuara.com, sosok berinisial F yang disebut merupakan adik kandung RDS juga dinilai perlu turut menjadi perhatian aparat dalam pengembangan penyelidikan.
Nama Benny Adianto, ajudan Gubernur Kepri Ansar Achmad, juga mulai menjadi sorotan usai aparat gabungan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bersama personel Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penggerebekan di Apartemen Baloi View Apartel pada Rabu (6/5/2026) pagi.
Dalam pemeriksaan Paminal, Benny Adianto disebut membenarkan dirinya bekerja sebagai sopir paruh waktu di usaha rental mobil milik RDS.
“Dari pengakuannya memang benar Benny Adianto bekerja sebagai sopir paruh waktu di rental mobil milik RDS,” ujar salah seorang perwira polisi kepada Republikbersuara.com, Senin (11/5/2026).
Berdasarkan hasil investigasi Republikbersuara.com, kendaraan yang diduga dimiliki RDS terdiri dari tiga unit Toyota Alphard, yakni Alphard gold dengan nomor polisi BP 805 RZL, Alphard hitam BP 805 RDS, serta Alphard hitam BP 805 CIO. Selain itu terdapat satu unit Innova Reborn BP 1210 RDS dan satu unit Mitsubishi Xpander warna putih.
(Tim Redaksi)


Komentar