Advertisement
Batam Peristiwa Pilihan Editor
Beranda » Usai OGAH BICARA, Manajemen PT ALS Supindo Construction Akhirnya BUKA SUARA Soal Laka Kerja Gio

Usai OGAH BICARA, Manajemen PT ALS Supindo Construction Akhirnya BUKA SUARA Soal Laka Kerja Gio

Republikbersuara.com, Batam – Setelah sebelumnya memilih bungkam, manajemen PT ALS Supindo Construction akhirnya memberikan klarifikasi terkait kecelakaan kerja yang dialami Gio, seorang pekerja helper yang baru satu hari bekerja di perusahaan tersebut.

Kepada Republikbersuara.com, HRD PT ALS Supindo Construction, Metta Paramita, pada Senin (19/1/2026) malam, menjelaskan kronologi kejadian sekaligus alasan perusahaan sempat dinilai melepas tanggung jawab terhadap Gio.

Metta menyebutkan, Gio mulai bekerja pertama kali pada 9 Januari 2026. Saat itu, ia ditugaskan memuat barang di sebuah lokasi gudang atas perintah perusahaan.

“Awalnya sudah ditawarkan untuk ikut menggunakan mobil pick up perusahaan. Namun Gio dan rekannya memilih menggunakan sepeda motor,” ujar Metta.

Menurut Metta, kecelakaan terjadi saat Gio dan rekannya dalam perjalanan menuju gudang. Sebuah lori crane yang berada di depan mereka hendak berputar balik dan telah memberikan tanda lampu sein.

Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Ganjar Penghargaan I Wayan Wiradarma

“Namun Gio dan rekannya tidak memperhatikan kendaraan tersebut hingga akhirnya menabrak lori crane,” katanya.

Akibat kejadian itu, Gio langsung dilarikan ke Klinik Wiraya Farma untuk mendapatkan perawatan medis. Pihak klinik menyatakan tidak ditemukan patah tulang pada kaki Gio.

“Hanya dilakukan infus untuk mengurangi pembengkakan dan meredakan nyeri tulang,” jelas Metta.

Lebih lanjut, Metta mengungkapkan bahwa pada Minggu siang, 18 Januari 2026, Gio sempat menghubungi dan pihak perusahaan untuk meminta untuk beristirahat karena kondisinya belum pulih. Gio juga menyampaikan keinginannya untuk menjalani pengobatan urut tradisional.

“Gio kemudian mengajukan permintaan rontgen. Karena permintaan tersebut disampaikan pada hari Minggu, kami meminta waktu untuk menyampaikan dan mengajukannya terlebih dahulu kepada pimpinan perusahaan,” ungkapnya.

Dinobatkan Pegang Partai Demokrat dan Gerindra Kepri, Yan Fitri: “Manusia Gak Ada Gawean”

Metta menegaskan, pihak manajemen akhirnya menyetujui permintaan tersebut.

“Karena kecelakaan terjadi saat jam kerja, pimpinan perusahaan memberikan persetujuan untuk dilakukan rontgen serta pengobatan hingga Gio dinyatakan sembuh,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gio kepada Republikbersuara.com mengaku dirinya direkrut tanpa melalui proses administrasi ketenagakerjaan yang jelas. Ia menyatakan tidak pernah menandatangani kontrak kerja maupun menerima penjelasan tertulis mengenai status hubungannya dengan perusahaan.

“Saya baru satu hari kerja. Waktu itu hanya ditanya kapan bisa mulai. Setelah saya jawab bisa kapan saja, langsung disuruh kerja,” tutur Gio.

(Tim Redaksi)

Aseng Bos Pimpong Deluxe PUB & KTV Kembali Beroperasi, Aktivitas Judi Disebut Ramai Lagi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement