Republikbersuara.com, Batam – Kecelakaan kerja kembali terjadi di PT ASL Shipyard Indonesia. Seorang pekerja bernama Dame Lumban Tobing dilaporkan tewas usai mengalami insiden saat bekerja, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Embung Fatimah untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Informasi yang dihimpun Republikbersuara.com, insiden nahas tersebut terjadi saat aktivitas pengangkutan tabung gas menggunakan forklift di area kerja. Korban diduga tertabrak alat berat tersebut hingga mengalami luka serius.
“Korban ditabrak forklift saat supirnya angkut tabung gas. Dia mengalami luka di bagian kaki dan patah tulang,” ujar seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya, Senin (27/4/2026).
Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di lingkungan PT ASL Shipyard Indonesia. Ironisnya, kejadian tersebut terjadi tak lama setelah Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, memberikan peringatan keras kepada manajemen perusahaan terkait keselamatan kerja.
Sebelumnya, Menaker bahkan mengancam akan menghentikan operasional perusahaan apabila persoalan keselamatan kerja tidak segera dibenahi.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke kampung halamannya untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT ASL Shipyard Indonesia terkait insiden tersebut.
(jim)


Komentar