Republikbersuara.com, Batam – Nama Direktur Samapta Polda Kepri, Joko Adi, terus menjadi sorotan publik usai tewasnya Natalnael Simanungkalit, anggota Bintara Samapta angkatan 2025 yang meninggal secara tragis di rumah susun asrama Polda Kepri pada Senin malam (13/4/2026).
Kasus tersebut menyeret nama Arawna Sihombing bersama tiga junior lainnya, yakni Guntur Sakti Pamungkas, Muhammad Alfarizi, dan Asrul Prasetya.
Dalam fakta persidangan kode etik, Arawna disebut sebagai pelaku utama yang memberikan perintah langsung kepada tiga juniornya untuk melakukan penganiayaan terhadap korban.
Rekonstruksi persidangan turut mengungkap dugaan tindakan kekerasan brutal yang terus dilakukan meski korban telah tak berdaya. Korban disebut masih ditendang saat terbaring, bahkan sempat dipaksa berdiri sebelum kembali dihantam hingga terpental ke tembok.
Sidang kode etik tersebut dipimpin oleh Eddwi Kurniyanto, didampingi Suyono serta Ike Krisnadian.
Namun di tengah bergulirnya proses etik terhadap para pelaku, sikap Joko Adi selaku pimpinan Satker Samapta Polda Kepri turut menjadi perhatian publik.
Berdasarkan penelusuran dan investigasi Republikbersuara.com, Kombes Joko Adi disebut tidak pernah datang ataupun menjenguk pihak keluarga korban sejak peristiwa penganiayaan yang menewaskan Bripka Natalnael terjadi.
Sorotan juga muncul saat proses pengembalian barang pribadi milik korban yang disebut tidak diserahkan langsung kepada keluarga, melainkan melalui rekan sejawat korban. Situasi tersebut dikabarkan membuat ibu korban kembali histeris karena merasa tidak adanya bentuk tanggung jawab maupun empati dari pimpinan satuan tempat anaknya bertugas.
Sikap tersebut pun memunculkan perbincangan di internal maupun kalangan masyarakat yang menilai adanya kesan lepas tangan dari sosok pimpinan terhadap anggotanya sendiri.
Hingga berita ini diterbitkan, Republikbersuara.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada Joko Adi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon pada Sabtu (23/5/2026) siang belum mendapatkan respons.
(Tim Redaksi)


Komentar