Advertisement
Nasional Peristiwa
Beranda » Silet Open Up, Musisi Asal Flores Goyang Istana Merdeka

Silet Open Up, Musisi Asal Flores Goyang Istana Merdeka

Screenshot

Republikbersuara.com. Jakarta- Lagu “Tabola Bale,” yang dibawakan oleh Silet Open Up berkolaborasi dengan Jacson Zeran, Juan Reza, dan Diva Aurel, telah menjadi viral dan mendapatkan perhatian luas. Dirilis pada 3 April 2025, lagu ini dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial karena liriknya yang unik dan melodinya yang menarik. Popularitas “Tabola Bale” tidak hanya di dunia maya, tetapi juga mencapai panggung kenegaraan, termasuk penampilannya di perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.

Makna dan Kisah dalam Lirik “Tabola Bale”

“Tabola Bale” secara harfiah berarti perasaan “bergejolak” atau “terbolak-balik,” menggambarkan kisah seorang pria yang jatuh cinta pada seorang wanita yang dikenalnya sejak kecil. Perasaan ini semakin kuat seiring perubahan penampilan sang wanita setelah kembali dari perantauan. Liriknya menggambarkan ketertarikan awal sang pria, yang terkesima dengan transformasi wanita tersebut, dari “rambu kepang dua” menjadi “rambut merah-merah”. Frasa seperti “Kaka lia ade tambah manis, pulang rantau dari mana?” menunjukkan kekaguman dan rasa ingin tahu yang mendalam.

Gejolak perasaan sang pria mencapai puncaknya pada lirik yang menggambarkan bagaimana sang wanita membuatnya kacau balau hingga sulit tidur dan merasa gelisah. Bagian ini secara gamblang menggambarkan betapa kuatnya pengaruh sang wanita terhadap dirinya. Analisis lirik lagu ini menunjukkan kedalaman emosi yang disampaikan melalui kata-kata yang sederhana namun bermakna.

Keunikan Bahasa dan Gaya Humor

Menunggu Giliran “ DUDUK di KURSI PANAS “ Subdit II Ditreskrimum Polda Kepri PANGGIL Li Xin Cs Terkait Konflik Bisnis PT JAJ vs PT CCYR

Salah satu daya tarik utama dari lirik lagu “Tabola Bale” adalah gaya bahasanya yang humoris dan ekspresif, yang membuatnya mudah diterima oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda. Keunikan ini diperkaya dengan perpaduan bahasa daerah yang kental, menggabungkan logat Timur (seperti dari Papua, Maluku, atau Flores/Manado) dengan bahasa Minang. Kolaborasi dialek ini menciptakan karakter yang kuat dalam penyampaian cerita cinta yang ringan namun membekas di hati pendengar.

Pemahaman akan lirik lagu ini juga diperkaya dengan nuansa lokal yang kental. Penggunaan frasa seperti “Ini bidadari timur siapa yang punya?” atau “Aduh mama, mama ini siapa punya anak? Dulu masih kici-kici-kici, nona! Sekarang bale Jawa makin cantik, nona!” menambah nuansa otentik dan segar pada lagu. Perpaduan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya khazanah musik Indonesia.

Lirik Lengkap Lagu “Tabola Bale”

Berikut adalah lirik lengkap dari lagu “Tabola Bale”:

Kaka tabola-bale lia Ade Nona e

Usai OGAH BICARA, Manajemen PT ALS Supindo Construction Akhirnya BUKA SUARA Soal Laka Kerja Gio

Su makin manyala e, kaka hati susah e

Dulu denai lah suko mancaliak Uda bakawan

Raso-raso ko ado, tapi denai diamkan (hei!)

Lia Ade Nona makin gaga, bikin kaka jadi suka

Dulu Ade rambu kepang dua, sekarang rambu merah-merah

OGAH BICARA Manajemen PT ALS Supindo Construction Diduga Lepas Tanggung Jawab atas Laka Kerja Helper GIO

Kaka lia Ade tambah manis, pulang rantau dari mana?

Aduh, Ade Nona, jang talalu pasang gaya depan kaka

Kaka jadi jatoh e

Kaka tabola-bale lia Ade Nona e

Su makin manyala e, kaka hati susah e

Ade bikin kaka mete, tidur malam bola-bale

Sejak kaka lia Ade, aduh, Tuhan, ampun e

Ade lewat lorong depan rumah

Kaka jadi salting sampe mood berubah

Semangat tiba-tiba gara-gara Ade Nona

Ini bidadari Timur siapa yang punya?

Kaka lacak ko pu nama

Barang itu tra pake lama

Langsung tanya di ko pu Mama

Ternyata Ade Nona, ko pu nama Maimuna

Eh, Maimuna, eh, lucunya

Kaka harap bisa satu rumah

Kalau terima sa pu cinta

Kaka janji kita langsung nikah

Ondeh, Uda, janlah baitu bana

Denai ko indaklah nan sarupo itu

Dek hanyo takuik mancaliak Uda

Acok mabuak-mabuakan

Dulu denai lah suko mancaliak Uda bakawan

Raso-raso ko ado, tapi denai diamkan

Ah, wadaw-wadaw, ini anak gaga lai

Su bale Jawa, tambah bening aja lai

Gaya semakin beda, bibir merah-merah

Aduh, Mama, Mama, ini siapa punya anak?

Dulu masih kici, kici, kici (Nona)

Sekarang bale Jawa makin cantik (Nona)

Ko perfect sekali, asli bidadari jatuh dari langit

Kalau jadi deng Ade, kaka stop bamabo to

Su pasti kaka ni Ade pu jodoh

Sumpah ni ja’o sodho, iwa mbodho

Lia Ade Nona makin gaga, bikin kaka jadi suka

Dulu Ade rambu kepang dua, sekarang rambu merah-merah

Kaka lia Ade tambah manis, pulang rantau dari mana?

Aduh, Ade Nona, jang talalu pasang gaya depan kaka

Kaka jadi jatoh e

Kaka tabola-bale lia Ade Nona e

Su makin manyala e, kaka hati susah e

Ade bikin kaka mete, tidur malam bola-bale

Sejak kaka lia Ade, aduh, Tuhan, ampun e

Ade bikin kaka mete, tidur malam bola-bale

Sejak kaka lia Ade, aduh, Tuhan, ampun e

Lagu ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga simbol semangat persatuan dalam keberagaman, mengajak pendengar untuk tidak melupakan asal-usul budaya. Dengan melodi yang segar dan lirik yang lucu namun bermakna, “Tabola Bale” berhasil mencuri perhatian banyak orang dan menjadi bagian dari perayaan penting di Indonesia.

 

(jim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement