Republikbersuara.com, Batam – Rudi Antoro, pria kelahiran Tulungagung, 16 Desember 1980, karyawan PLN bagian pemeliharaan di PT PLTGU Batam, Kelurahan Tanjung Uncang, tewas tersengat listrik saat bekerja, Jumat (12/9/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Almarhum tinggal di Vila Pesona Asri Blok B4 No.16, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota.
Kapolsek Batu Aji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, menjelaskan bahwa korban bersama rekannya tengah memperbaiki pipa GLP PLTGU Batam yang bocor di dalam galian tanah sedalam dua meter.
“Korban sedang melakukan pengukuran material pengganti dan pemotongan bersama rekannya menggunakan mesin gerinda. Tiba-tiba korban seperti terkejut, lalu terjatuh ke dalam lubang galian tanah,” ujar Bimo, Sabtu (14/9/2025) sore kepada Republikbersuara.com
Melihat rekannya jatuh bersama alat kerja, saksi langsung mematikan aliran listrik dan berusaha menolong. Namun karena tidak sanggup mengangkat korban, ia memanggil rekan kerja lainnya untuk melakukan evakuasi.
Korban sempat dibawa ke Puskesmas Tanjung Uncang, kemudian dirujuk ke RSUD Embung Fatimah. Namun pada pukul 15.38 WIB, dokter menyatakan korban meninggal dunia.
Humas RSUD Embung Fatimah, Elin Sumarni, membenarkan adanya kecelakaan kerja tersebut.
“Pasien datang dalam kondisi tidak sadarkan diri. Menurut keterangan rekan kerja, korban tiba-tiba tidak sadarkan diri dan terjatuh ke genangan air saat menggerinda pipa besi,” jelas Elin.
Elin menambahkan, pasien sempat diberikan Resusitasi Jantung Paru (RJP) oleh rekannya saat perjalanan menuju Puskesmas. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.
“Korban mengalami luka bakar pada lengan bawah kanan dengan dasar luka putih dikelilingi kemerahan, sekitar 13×4 cm. Pasien dinyatakan meninggal dunia pukul 15.38 WIB,” tutup Elin.
(jim)










Komentar