Republikbersuara.com, Batam – Puluhan kerabat dan keluarga Doni, penjaga lahan milik PT PJB yang tewas akibat penikaman di belakang Perumahan Crown Hill, Batam Kota, mendatangi Polresta Barelang, Rabu (28/1/2026) siang. Aksi kedatangan tersebut sebagai bentuk desakan keras terhadap kepolisian dan perusahaan agar bertanggung jawab atas kematian korban.
Doni, warga asal Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas setelah terlibat cekcok dengan pelaku terkait aktivitas bercocok tanam di atas lahan perusahaan yang dijaganya. Hingga lebih dari dua pekan pascakejadian, keluarga korban menilai penanganan perkara belum menunjukkan kejelasan.
Salah seorang kerabat korban kepada Republikbersuara.com menegaskan, kedatangan mereka ke Mapolresta Barelang bertujuan menyampaikan langsung tuntutan kepada Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono.
“Kami datang untuk memastikan pertanggungjawaban perusahaan tempat korban bekerja. Sampai hari ini belum ada kejelasan, belum ada realisasi apa pun kepada keluarga korban,” tegasnya.
Tak hanya soal perusahaan, keluarga korban juga mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam menangani kasus penikaman yang merenggut nyawa Doni. Mereka mengaku belum memperoleh informasi jelas terkait status hukum dan ancaman pidana terhadap pelaku.
“Kami mendesak agar proses hukum dipastikan berjalan. Informasi yang kami terima, pihak kepolisian menyebut pelaku belum didukung bukti kuat dari saksi saat kejadian. Kami juga ingin kepastian soal rencana pra-rekonstruksi yang katanya akan dilakukan,” tambahnya.
Diketahui, konflik antara korban dan pelaku bukan kali pertama terjadi. Perselisihan telah berlangsung berulang kali lantaran korban kerap melarang pelaku dan orang tuanya melakukan aktivitas bercocok tanam tambahan di atas lahan milik perusahaan.
Pelaku disebut tidak terima dengan larangan tersebut dan mengklaim telah lama tinggal serta mengolah lahan tersebut. Insiden berdarah terjadi saat korban tengah membersihkan lahan sesuai tugasnya sebagai penjaga. Pelaku tersulut emosi karena tanaman yang ditanamnya dibersihkan, hingga berujung pada pertengkaran dan aksi penikaman fatal.
(jim)


Komentar