Republikbersuara.com, Batam – Informasi mengenai dugaan penikaman terhadap seorang wartawan lokal di Batam, Muhammad Buhari, yang sebelumnya beredar dan dikutip dari media Redaksinews.co.id, hingga kini belum dapat diverifikasi kebenarannya.
Tim Republikbersuara.com melakukan penelusuran pada Sabtu (11/7/2026) dengan mengonfirmasi sejumlah pihak terkait, termasuk enam rumah sakit di Kota Batam yang disebut dalam pemberitaan.
Berdasarkan hasil konfirmasi kepada Rumah Sakit BP Batam Sekupang, Rumah Sakit Awal Bros Simpang Jam, Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Rumah Sakit Harapan Bunda, Rumah Sakit Elisabeth Blok IV, dan Rumah Sakit Embung Fatimah, seluruhnya menyatakan tidak terdapat pasien atas nama Muhammad Buhari yang masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) sebagaimana informasi yang beredar.
Selain itu, Republikbersuara.com juga berupaya menghubungi pihak Redaksinews.co.id untuk melakukan konfirmasi terkait pemberitaan tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, redaksi tidak menemukan alamat email maupun nomor kontak yang dapat dihubungi pada kolom redaksi media tersebut.
Tidak hanya melakukan penelusuran ke rumah sakit, Republikbersuara.com juga mengonfirmasi informasi mengenai laporan polisi yang dalam pemberitaan sebelumnya disebut telah dibuat oleh istri korban.
Hasil konfirmasi kepada Polsek Batam Kota menunjukkan bahwa hingga Sabtu (11/7/2026) sore belum terdapat laporan sebagaimana yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut.
“Tadi kami sudah tanyakan ke Polsek Batam Kota yang merupakan wilayah hukum lokasi kejadian yang disebutkan. Sampai saat ini tidak ada laporan dan belum menerima laporan dari pihak yang mengaku istri korban,” ujar Kanit Buser Polresta Barelang, Iptu Dedy Pasaribu, kepada Republikbersuara.com.
Atas dimuatnya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, Redaksi Republikbersuara.com menyampaikan permohonan maaf kepada para pembaca.
Republikbersuara.com berkomitmen menjalankan prinsip jurnalisme yang mengedepankan akurasi, verifikasi, dan keberimbangan. Apabila di kemudian hari terdapat fakta baru, laporan resmi kepolisian, maupun keterangan dari pihak yang bersangkutan yang dapat membuktikan terjadinya peristiwa tersebut, redaksi akan memuat pembaruan informasi sesuai data dan fakta yang telah terverifikasi.
(Tim Redaksi)










Komentar