Republikbersuara.com, Batam- Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 resmi dibuka. Kepolisian Daerah Kepulauan Riau mengajak putra-putri terbaik untuk bertarung secara bersih melalui jalur Taruna Akpol, Bintara, dan Tamtama.
Namun di balik proses seleksi yang ketat dan panjang, bayang-bayang praktik calo kembali jadi ancaman serius.
Kali ini, tidak ada kompromi. Tidak ada ampun.
Pendaftaran dibuka sejak 9 Maret hingga 30 Maret 2026 melalui situs resmi Kepolisian Negara Republik Indonesia, dengan tahapan seleksi berlapis mulai dari administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, hingga sidang kelulusan.
Total ratusan peserta siap bertarung, dengan kuota Akpol 81 orang dan Bintara 887 orang.
PROPAM TURUN TANGAN: “SIKAT HABIS TANPA PANDANG BULU!”
Langkah tegas langsung ditegaskan oleh Kepala Bidpropam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto.
Dengan nada keras, ia menyatakan bahwa siapa pun anggota yang bermain sebagai calo akan diburu dan ditindak tanpa kompromi.
“Kami akan sikat habis dan laporkan ke Propam Polda Kepri yang menjadi calo dalam penerimaan ini.”ujarnya kepada Republikbersuara.com, Senin (13/4/2026) sore
Peringatan itu bukan sekadar formalitas. Ini adalah ultimatum terbuka.
“Akan kami sikat habis jajaran kepolisian yang terlibat dalam percaloan tersebut,” tegasnya lagi.
PESAN KERAS: JANGAN TERGIUR ‘JALUR BELAKANG’
Propam mengingatkan masyarakat tidak ada jalur instan, tidak ada titipan, tidak ada uang pelicin.
Siapa pun yang menjanjikan kelulusan, besar kemungkinan adalah penipu atau bagian dari jaringan calo.
(jim)


Komentar