Republikbersuara.com, Batam – Aktivitas proyek pembangunan gedung bertingkat di lingkungan Sekolah Bodhi Dharma Batam menuai sorotan. Sejumlah pekerja bangunan terlihat bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di area konstruksi, meski pekerjaan dilakukan di ketinggian dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Temuan tersebut terjadi di lokasi proyek yang berada di Jalan Limindo Trade Centre, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota, Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 11.40 WIB.
Dari dokumentasi yang diperoleh Republikbersuara.com, para pekerja tampak beraktivitas di area bangunan bertingkat tanpa menggunakan helm proyek, sabuk pengaman, maupun perlengkapan keselamatan lainnya. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di proyek tersebut tidak dijalankan secara maksimal.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat proyek pembangunan dilakukan di dalam lingkungan sekolah yang masih aktif menjalankan kegiatan belajar mengajar.
Aktivitas konstruksi yang berlangsung bersamaan dengan kegiatan sekolah dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, tidak hanya bagi para pekerja proyek, tetapi juga bagi siswa, guru, serta masyarakat yang berada di sekitar lingkungan sekolah.
Saat dikonfirmasi Republikbersuara.com, seorang pengawas proyek bernama Riki membenarkan kondisi pekerja yang tidak menggunakan APD sebagaimana terlihat dalam dokumentasi awak media.
“Iya pak, kami akui memang seperti itu sesuai yang ada di video. Tapi saya hanya pengawas progres pengerjaan proyek saja,” ujar Riki kepada Republikbersuara.com
Menurutnya, proyek pembangunan tersebut dikerjakan oleh pihak kontraktor.
“Yang mengerjakan proyek ini CV Putra Jatim, nanti akan saya sampaikan ke pihak kontraktornya terkait hal ini,” katanya.
Riki juga menyinggung keberadaan petugas K3 yang memasang spanduk keselamatan di area proyek.
“Seharusnya pihak K3 yang memasang spanduk ini juga bertanggung jawab karena mereka yang memasang. Harusnya mereka juga mengontrol pekerja agar mematuhi aturan K3,” tambahnya.
Namun saat ditanya lebih lanjut mengenai identitas petugas K3 maupun penanggung jawab proyek, Riki mengaku tidak mengetahui secara detail nama maupun kontak pihak tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan Sekolah Bodhi Dharma Batam maupun CV Putra Jatim selaku kontraktor pelaksana belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pengabaian standar keselamatan kerja dalam proyek pembangunan tersebut.
Republikbersuara.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait serta instansi pengawas ketenagakerjaan untuk memastikan apakah proyek tersebut telah memenuhi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku.
(Teddy Novianto)










Komentar