Advertisement
Karimun Peristiwa
Beranda » “Motif Jakson Nekat Loncat dari Lantai 4 RSUD M. Sani Karimun Terungkap”

“Motif Jakson Nekat Loncat dari Lantai 4 RSUD M. Sani Karimun Terungkap”

Republikbersuara.com, Karimun – Satreskrim Polres Karimun akhirnya mengungkap latar belakang dan motif di balik aksi nekat bunuh diri yang dilakukan Jakson, pria kelahiran Karimun, 30 April 1999. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas itu mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari lantai 4 RSUD M. Sani Karimun pada Senin (15/9/2025) siang.

Kapolres Karimun AKBP Robby Topan Manusiwa menjelaskan kepada Republikbersuara.com bahwa Jakson sudah menjalani perawatan medis di RSUD M. Sani sejak 12 September 2025. Ia menempati Kamar 410 dengan kondisi kesehatan yang cukup berat. Sebelum dirujuk ke Karimun, korban sempat mendapatkan penanganan medis di RS Dobo, Maluku, pada tanggal 6 dan 28 Agustus 2025. Dari catatan medis diketahui bahwa Jakson menderita beberapa penyakit sekaligus, yakni TBC tahap awal, HIV tahap awal, serta keluhan sesak napas, batuk berkepanjangan, dan nyeri pada dada.

“Korban selama dirawat kerap menunjukkan tanda-tanda psikologis yang mengarah pada depresi. Ia mengeluhkan tidak bisa tidur malam atau insomnia selama hampir satu minggu penuh. Selain itu, korban juga sering menyendiri di kamar, terlihat murung, dan beberapa kali tertangkap basah sedang menangis sendirian,” ujar Kapolres Robby.

Peristiwa tragis itu terjadi begitu cepat. Jakson diketahui tiba-tiba keluar dari kamarnya, lalu melompat melalui jendela lantai 4 RSUD M. Sani Karimun. Tubuhnya kemudian ditemukan dalam posisi telungkup di halaman lantai 1 dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Saat ditemukan, selang infus masih menempel di tubuhnya, menandakan ia masih berada dalam masa perawatan medis. Tinggi bangunan yang mencapai sekitar 13 meter membuat korban tidak dapat diselamatkan.

Menurut Kapolres, dari hasil penyelidikan awal, motif Jakson diduga kuat karena mengalami tekanan mental berat dan depresi akibat penyakit yang dideritanya. Kombinasi antara rasa sakit fisik yang terus menerus, ketidakmampuan tidur, serta rasa terasing membuat korban kehilangan harapan untuk sembuh. “Kategori penyebab bunuh diri korban adalah depresi berat. Hal ini juga sesuai dengan keterangan pihak medis dan keluarga yang selama ini mendampingi korban,” jelas Robby.

Kesal Bayi Rewel Saat Disuapi, MA (1,2 Tahun) Tewas di Tangan Pengasuh

Pihak keluarga korban, setelah mendengar penjelasan dari tim medis dan kepolisian, menyatakan menerima penyebab kematian tersebut. Mereka juga menolak dilakukan tindakan otopsi dan memilih untuk segera membawa jenazah pulang guna disemayamkan secara layak.

Meski demikian, Robby menegaskan bahwa pihaknya tetap menjalankan prosedur penyelidikan. “Satreskrim Polres Karimun bersama Unit Reskrim Polsek Tebing tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut, baik melalui keterangan saksi, pihak medis, maupun rekam medis korban, untuk memastikan kronologi dan faktor penyebab yang melatarbelakangi kematian ini,” tutupnya.

(Aprian Tobing)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement