Republikbersuara.com, Batam – Kasus kematian tragis Suwanda Syahputra Tarigan (31), karyawan PT Sumber Samudra Makmur (SSM), kini memasuki babak yang semakin janggal. Sudah lebih dari 4 bulan berlalu sejak peristiwa maut pada 5 Agustus 2025, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan mengenai perkembangan penyidikan, sementara berkas perkara justru dikabarkan “senyap “ dari tangan penyidik Polresta Barelang.
Padahal, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah berkali-kali menegaskan pentingnya keterbukaan informasi publik, pelayanan prima, serta komitmen Polri dalam menghadapi monitoring dan evaluasi keterbukaan informasi tahun 2025. Ironisnya, komitmen itu terasa kontras ketika upaya konfirmasi mengenai kasus ini justru berujung pada keheningan dari jajaran penyidik.
Kronologi Kecelakaan Kerja yang Maut
Peristiwa tragis itu terjadi pada Selasa, 5 Agustus 2025 sekitar pukul 16.53 WIB di area Jetty PT Sumber Samudra Makmur, perusahaan jasa bongkar muat serta perawatan kapal di kawasan industri Batu Ampar.
Menurut kesaksian rekan-rekan korban, Suwanda sedang menjalankan tugas rutin memperbaiki tongkang. Ia menggunakan forklift untuk menegakkan sebuah plat besi besar. Setelah plat berhasil berdiri, Suwanda turun dari forklift yang masih dalam keadaan menyala untuk memasang rantai pengaman di bagian bawah.
Saat mencoba menendang pelan plat besi tersebut guna memastikan rantai sudah mengait dengan kokoh, tiba-tiba pengaitnya terlepas. Plat baja berukuran raksasa itu jatuh dalam hitungan detik, langsung menimpa tubuh Suwanda dengan kekuatan penuh.
Rekan kerja yang panik segera mengevakuasi korban ke IGD RS Budi Kemuliaan. Namun, meski telah mendapatkan penanganan medis darurat, nyawa Suwanda tidak tertolong. Jenazah kemudian dipindahkan ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk diotopsi.
Kasat Reskrim Tetap Bungkam
Republikbersuara.com telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Andrestian, pada Kamis (6/11/2025) dan kembali pada Senin (17/11/2025). Pesan yang dikirim berulang kali tidak mendapatkan respons bahkan sekadar tanda diterima sekalipun.
Sikap “tutup mulut” ini menimbulkan tanda tanya besar. Publik mempertanyakan apakah penyidik benar-benar tengah bekerja atau justru ada sesuatu yang berusaha ditutup rapat-rapat.
(jim)



Komentar