Advertisement
Batam Kriminal Peristiwa
Beranda » Jeritan Batin Jusmaniar, Orang Tua Try Chintya Prasetya, Memohon Atensi KOMPOLNAS dan KOMNAS HAM

Jeritan Batin Jusmaniar, Orang Tua Try Chintya Prasetya, Memohon Atensi KOMPOLNAS dan KOMNAS HAM

Republikbersuara.com, Batam – Jeritan tangis pecah dari seorang ibu bernama Jusmaniar, orang tua almarhumah Try Chintya Prasetya (17), korban pembunuhan sadis yang hingga kini tak kunjung terungkap. Peristiwa pilu itu terjadi lebih dari 10 tahun lalu, namun keadilan masih terasa jauh dari jangkauan keluarga korban.

Dengan suara terbata-bata dan air mata yang terus mengalir, Jusmaniar kembali mengisahkan luka batin yang tak pernah sembuh. Ia mengaku terpukul karena kasus pembunuhan anaknya seolah diabaikan dan dibiarkan tanpa kejelasan oleh aparat penegak hukum.

“Saya sebagai ibu yang melahirkan merasa sangat terluka. Kasus yang menimpa anak saya ini tidak pernah terungkap sejak zaman Irjen Pol Asep Safrudin menjabat Kapolresta Barelang,” ujar Jusmaniar sambil menangis kepada Republikbersuara.com, Senin (15/12/2025) siang di kediamannya di Bengkong Kartini.

Menurut Jusmaniar, selama lebih dari satu dekade tidak terlihat kesungguhan aparat dalam mengungkap kasus pembunuhan putrinya tersebut.

“Sejak kasus pembunuhan anak saya, seakan-akan dibiarkan begitu saja. Saya merasa polisi tidak bekerja untuk mengungkap kasus ini,” tambahnya dengan suara lirih.

Menunggu Giliran “ DUDUK di KURSI PANAS “ Subdit II Ditreskrimum Polda Kepri PANGGIL Li Xin Cs Terkait Konflik Bisnis PT JAJ vs PT CCYR

Dalam jeritan hatinya, Jusmaniar memohon agar Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mau memberikan perhatian serius terhadap kasus ini.

“Saya mohon Kompolnas dan Komnas HAM mendengarkan isi hati seorang ibu. Kalau posisi mereka yang jadi korban, bagaimana perasaannya? Luka ini masih saya pendam sampai hari ini,” ucapnya penuh harap.

Ia juga mempertanyakan sikap Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin, yang menurutnya sejak menjabat Kapolresta Barelang hingga kini sebagai Kapolda Kepri, tidak menunjukkan langkah nyata untuk menuntaskan perkara tersebut.

Sebelumnya, Afandi Ahmad, perwakilan Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Kota Batam, menegaskan pihaknya akan kembali mengangkat dan mendorong penuntasan kasus pembunuhan Try Chintya Prasetya.

“Kasus ini sudah lebih dari 10 tahun dan tidak ada perkembangan yang disampaikan kepada publik. Perlu dipertanyakan kembali kepada Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin. Dari Kapolresta Barelang hingga Kapolda Kepri, tidak ada satu pun langkah nyata yang terlihat,” tegas Afandi saat menemui Jusmaniar.

Usai OGAH BICARA, Manajemen PT ALS Supindo Construction Akhirnya BUKA SUARA Soal Laka Kerja Gio

Afandi menambahkan, perjalanan panjang penyidikan selama satu dekade belum memberikan jawaban siapa pelaku sebenarnya. Padahal sejak awal, kasus ini menyita perhatian publik karena terjadi hanya beberapa bulan setelah korban resmi menikah dengan seorang pria bernama Diva Despriono.

“Kasus ini tidak hanya menjadi perhatian PPKHI Kota Batam. Beberapa organisasi advokat lain juga akan ikut mendorong agar perkara ini tidak terus mandek dan harus dibongkar kembali,” pungkasnya.

PPKHI berharap aparat penegak hukum membuka kembali penyelidikan secara transparan, profesional, dan berkeadilan, demi memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban yang telah menunggu terlalu lama.

(jim)

OGAH BICARA Manajemen PT ALS Supindo Construction Diduga Lepas Tanggung Jawab atas Laka Kerja Helper GIO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement