Advertisement
Batam Kriminal
Beranda » Fakta Tajam Laporan Polisi Kasus Pengeroyokan Denny “Anak Kandung Hendra Planet CS” Gara Gara Utang Belum Dibayar

Fakta Tajam Laporan Polisi Kasus Pengeroyokan Denny “Anak Kandung Hendra Planet CS” Gara Gara Utang Belum Dibayar

Republikbersuara.com, Batam – Kasus dugaan pengeroyokan gara gara utang belum dibayarkan yang melibatkan Denny, anak kandung pengusaha ternama Batam Hendra atau yang akrab disebut “Hendra Planet”, kini menjadi sorotan publik. Berdasarkan hasil penelusuran dan dokumen laporan polisi, peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis (18/9/2025) sekitar pukul 19.15 WIB di kediaman keluarga Hendra di Perumahan Marina Park, Blok Q Nomor 4, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

Menurut laporan polisi bernomor LP/B/394/IX/2025/SPKT/Polresta Barelang, korban bernama Yulianto bersama rekannya Yang Sigu Ang, seorang warga negara Tiongkok, datang ke rumah tersebut dengan maksud menagih utang kepada Denny. Kedatangan keduanya dilakukan secara baik-baik dengan harapan persoalan utang-piutang dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Setibanya di lokasi, Yulianto mengaku disambut oleh seorang perempuan yang berada di dalam rumah. Saat ditanya mengenai keberadaan Denny, perempuan tersebut menjawab bahwa Denny sedang “on the way” menuju rumah dan meminta korban untuk menunggu. Sekitar 30 menit kemudian, Denny tiba di lokasi dan mempersilakan Yulianto serta Yang Sigu Ang masuk ke dalam rumah untuk berbicara lebih lanjut.

Di ruang tamu, korban duduk di sofa dan mulai berbincang dengan Denny terkait permasalahan utang. Namun, percakapan yang awalnya berjalan tenang itu berubah menjadi situasi mencekam. Sekitar lima menit setelahnya, Hendra, ayah Denny yang dikenal luas di kalangan pengusaha hiburan malam Batam dan tangan “ Karto Planet “ tersebut tiba-tiba masuk ke ruangan bersama dua orang sekuriti yang diduga merupakan pengawal pribadi.

Tanpa banyak bicara, Hendra diduga langsung memukul kepala korban menggunakan benda tumpul. Aksi brutal itu kemudian diikuti oleh dua sekuriti yang juga ikut menganiaya korban secara bertubi-tubi. Korban berusaha menahan dan melindungi diri, namun serangan bertubi-tubi menyebabkan luka-luka terbuka di bagian kepala dan wajah hingga mengeluarkan darah cukup banyak.

JANJI PALSU SPRINDIK Tewasnya Al Fatih Usnan MANDEK 4 BULAN, Komisi I DPRD Batam Tagih Kompol M. Debby Andrestian

Setelah kejadian, korban melarikan diri keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan segera melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian. Berdasarkan hasil visum sementara, korban mengalami luka memar parah di kepala, wajah, serta lengan akibat hantaman benda keras.

Kasus ini kini tengah ditangani oleh Unit I Judisila  Satreskrim Polresta Barelang juga tengah mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk keterlibatan langsung Hendra dalam aksi kekerasan tersebut.

Dugaan sementara, peristiwa ini berawal dari perselisihan terkait utang-piutang antara korban dan Denny yang nilainya diduga mencapai ratusan juta rupiah. Namun, polisi belum memberikan keterangan resmi terkait nominal pasti dan bukti transaksi.

Hingga berita ini diterbitkan, baik Denny maupun Hendra belum memberikan klarifikasi kepada Republikbersuara.com 

(Tim Redaksi)

Penyidik Polsek Batu Aji PERIKSA 4 SAKSI Termasuk Dokter Terkait TEWASNYA ZAINUDDIN Pekerja PT Amnor Shipyard

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement