Advertisement
Batam Peristiwa
Beranda » Dicecar Pertanyaan Upah Rendah, Awak Media Bikin GM PT ASL Shypiard Audrie Kosasih “Ngacir”

Dicecar Pertanyaan Upah Rendah, Awak Media Bikin GM PT ASL Shypiard Audrie Kosasih “Ngacir”

Republikbersuara.com, Batam – Suasana di kawasan PT ASL Shypiard, Tanjunguncang, Batam, Rabu (22/10/2025), mendadak tegang ketika General Manager (GM) perusahaan tersebut, Audrie Kosasih, dicecar pertanyaan oleh sejumlah awak media usai mengikuti pertemuan yang digelar di tengah aksi ratusan buruh dari Serikat Pekerja Logam (SPL) FSPMI Kota Batam.

Pertanyaan yang dilontarkan wartawan seputar upah rendah dan ketimpangan kesejahteraan para pekerja galangan kapal membuat Audrie terlihat gelisah. Awak media berupaya meminta tanggapan langsung terkait masih banyaknya pekerja dengan upah di bawah standar, meski perusahaan tersebut tercatat menangani sejumlah proyek besar dan berisiko tinggi.

“Pak, masih banyak pekerja galangan yang menerima upah rendah, bahkan di bawah UMSK. Apa benar hal itu masih terjadi di PT ASL Shypiard?” tanya salah satu pewarta.

Alih-alih memberikan klarifikasi, Audrie terlihat menunduk dan enggan menanggapi. Ia sempat menatap awak media, lalu bergegas menuju ruangannya. Beberapa wartawan mencoba mengajukan pertanyaan lanjutan, namun GM Audrie memilih diam dan mempercepat langkahnya. Tak lama kemudian, sejumlah petugas keamanan perusahaan segera menghadang awak media dan menutup akses menuju area kantor.

Salah satu jurnalis di lokasi mengatakan, sikap menutup diri dari pihak manajemen justru menimbulkan tanda tanya besar. “Publik perlu tahu bagaimana nasib para pekerja di sini. Kalau memang ada keluhan soal upah rendah, seharusnya manajemen bisa menjelaskan, bukan malah menghindar,” ujar jurnalis tersebut.

JANJI PALSU SPRINDIK Tewasnya Al Fatih Usnan MANDEK 4 BULAN, Komisi I DPRD Batam Tagih Kompol M. Debby Andrestian

Sementara itu, di luar area kantor, ratusan buruh masih melakukan aksi demonstrasi sambil membawa spanduk bertuliskan tuntutan perbaikan upah, status pekerja tetap, dan jaminan keselamatan kerja. Ketua PC SPL FSPMI Kota Batam, Suprapto, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap kebijakan perusahaan yang dinilai tidak berpihak kepada pekerja.

“Banyak pekerja yang sudah bertahun-tahun bekerja tapi masih berstatus kontrak dan menerima upah jauh di bawah UMSK. Kami menuntut keadilan, bukan hanya janji,” tegas Suprapto dalam orasinya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT ASL Shypiard belum memberikan keterangan resmi terkait aksi buruh maupun klarifikasi mengenai tudingan upah rendah yang menjadi sorotan publik. Situasi di sekitar lokasi masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

(jim)

Penyidik Polsek Batu Aji PERIKSA 4 SAKSI Termasuk Dokter Terkait TEWASNYA ZAINUDDIN Pekerja PT Amnor Shipyard

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement