Republikbersuara.com, Batam – Aksi demonstrasi ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Logam (SPL) FSPMI Kota Batam di kawasan PT ASL Shipyard, Rabu (22/10/2025), kembali menyoroti nasib pekerja subkontrak di perusahaan tersebut.
Ketua KC FSPMI Batam, Yapet Ramon, secara tegas mendesak manajemen PT ASL Shipyard untuk segera menetapkan seluruh pekerja subkontrak menjadi karyawan tetap dalam waktu tiga bulan ke depan.
“Saya mendesak dan meminta agar dalam tiga bulan ini, semua karyawan subkontrak ditetapkan menjadi pekerja tetap PT ASL Shipyard,” ujar Yapet Ramon dari atas mobil komando.
Dalam orasinya, Ramon juga menyoroti dugaan kelalaian berulang yang dilakukan oleh manajemen PT ASL Shipyard terhadap keselamatan dan kesejahteraan buruh.
“Kelalaian PT ASL Shipyard sudah terjadi berulang kali dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Perusahaan ini seperti lintah yang menghisap tenaga pekerja,” tegasnya.
Ia menegaskan, jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, pihaknya akan mengerahkan massa yang lebih besar untuk melakukan aksi lanjutan.
“Kami akan turunkan massa lebih banyak lagi jika perusahaan tidak segera menetapkan status pekerja subkontrak menjadi pekerja tetap,” ancamnya.
Sementara itu, dalam aksi yang sama, sejumlah peserta aksi mencemooh salah satu pejabat perusahaan karena dinilai tidak mampu menjawab pertanyaan terkait masa jabatannya sebagai General Manager PT ASL Shipyard.
(jim)



Komentar