Republikbersuara.com, Batam – Jika peredaran narkotika adalah mesin, maka aliran uang menjadi urat nadinya. Dan kini, Bareskrim Polri memburu sosok bernama Hendra, figur yang disebut penyidik memiliki peran dalam aliran keuangan jaringan narkotika yang beroperasi di kawasan hiburan malam Planet Batam.
Hendra bukan sekadar nama dalam daftar pencarian. Sosoknya kini menjadi salah satu kepingan penting yang hendak dibongkar penyidik dalam pengembangan perkara dugaan peredaran narkotika yang menyeret jaringan Planet 1, Planet 2, dan Planet 3.
Pria dengan tinggi sekitar 156 sentimeter, berat 54 kilogram, berkulit putih, dan dikenal pendiam itu disebut kerap membawa tas kulit di tangannya. Kini, sosok tersebut justru tengah diburu aparat penegak hukum.
Hendra bersama Apo telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Yang membuat posisi keduanya menjadi penting, penyidik menyebut mereka memiliki peran terkait aliran keuangan jaringan.
Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Kevin Leleury, mengungkapkan kedua DPO tersebut telah teridentifikasi berada di luar negeri.
“Untuk DPO sekarang kami ada dua yang sedang berada di luar negeri, yaitu atas nama Hendra dan Apo,” ujar Kevin kepada wartawan di Mapolresta Barelang, Batam, Rabu (9/9/2026).
Kevin secara tegas menyebut peran keduanya berkaitan dengan jalur keuangan.
“DPO ini perannya dia dalam aliran keuangan, ya untuk dua DPO ini, atas nama Hendra dan Apo.”
Jejak keduanya kini terdeteksi mengarah ke Malaysia dan Singapura.
Bareskrim Polri melalui Dittipidnarkoba terus memburu keduanya dan berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri untuk menjalin komunikasi dengan kepolisian di negara tempat keduanya diduga berada.
(jim)
































Komentar