Republikbersuara.com, Pati – Aksi Demonstrasi berakhir ricuh. Massa menggelar demonstrasi menuntut Bupati Pati, Sudewo untuk mundur. Demonstrasi berlangsung pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Bentrokan berawal dipicu oleh kebijakan Bupati Sudewo yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 250 persen. Sebelumnya, Sudewo sempat menantang warga yang tidak setuju dengan kebijakan tersebut untuk melakukan demonstrasi. Meskipun Sudewo telah meminta maaf dan membatalkan kenaikan PBB, demonstrasi tetap berlanjut.
Lihat : https://www.facebook.com/share/v/1LcM6rM7zx/
Dihadapan massa, Bupati Sudewo menemui massa aksi, meminta maaf, dan berjanji akan berbuat lebih baik. Namun, saat menyapa massa, ia dilempari air minum kemasan dan sandal.
Aksi massa kian memanas hingga terjadi kericuhan dan massa mencoba menerobos gerbang kantor bupati, dan membakar satu unit mobil provos milik Polres Grobogan. Polisi merespons dengan menyemprotkan water cannon dan menembakkan gas air mata.
Jumlah massa lebih dari 50.000 orang meneriakkan yel-yel menuntut Sudewo untuk lengser membuat korban berjatuhan dari pihak kepolisian akibat bentrokan tersebut
Sudewo baru menjabat sebagai Bupati Pati sejak 18 Juli 2025, sehingga belum genap sebulan menjabat.
(Jim)


Komentar