Republikbersuara.com, Batam – Bau konflik makin menyengat! Polemik tambang pasir di Batam yang selama ini hanya beredar di lorong-lorong bisik, kini meledak ke permukaan. Polresta Barelang resmi turun tangan, memanggil para pihak ke meja mediasi panas.
Rabu, 6 Mei 2026 bakal jadi momen penentuan. Bukan sekadar rapat biasa ini disebut-sebut sebagai “sidang panas” yang bisa membuka tabir di balik kisruh tambang yang selama ini tertutup rapat.
Di balik agenda itu, tekanan publik mengalir deras. Warga mulai geram. Isu yang beredar bukan lagi sekadar kebijakan penghentian tambang, tapi sudah merembet ke dugaan tarik-menarik kepentingan dan aksi demo akan digelar pada Kamis (7/5/2026)
“Kalau memang bersih, kenapa harus ditutup-tutupi? Buka saja semuanya!” tegas suara warga yang kini makin lantang.
Tak main-main, forum ini dikabarkan akan mempertemukan unsur pemerintah, otoritas, hingga pihak-pihak yang punya kepentingan langsung dalam aktivitas tambang pasir di Batam. Semua mata kini tertuju siapa bicara apa, dan siapa yang akan terpojok.
Situasi makin panas karena publik mulai mencium adanya kejanggalan. Kebijakan yang berubah-ubah, aktivitas yang disorot, hingga dampak lingkungan yang dipertanyakan semuanya jadi bahan bakar kemarahan.
(jim)










Komentar