Republikbersuara.com, Batam – Nama Helli Saputra muncul dalam penelusuran struktur perusahaan yang berada dalam rantai kepemilikan korporasi yang tengah disorot setelah tragedi bentrokan berdarah di Jembatan 3, Pulau Setokok, Batam.
Helli tercatat dalam dokumen korporasi PT Putera Global Jaya (PGJ), perusahaan yang memiliki modal dasar Rp1 miliar dan modal disetor Rp500 juta.
Dalam struktur kepemilikan PGJ, Helli Saputra tercatat menguasai 250 lembar saham senilai Rp250 juta, sementara 250 lembar saham lainnya dimiliki Wagiman dengan nilai yang sama.
PGJ sendiri bukan nama yang berdiri sendiri dalam penelusuran ini.



Perusahaan tersebut tercatat memiliki 50 lembar saham senilai Rp25 juta pada perusahaan lain yang turut masuk dalam rangkaian penelusuran. Dua pemegang saham lainnya masing-masing tercatat memiliki 25 lembar saham, yakni Eko Saputro Wijaya senilai Rp12,5 juta dan David Tantri senilai Rp12,5 juta.
Nama Wagiman kembali muncul dalam struktur perusahaan tersebut sebagai komisaris, sementara Helli Saputra tercatat sebagai direktur.
Rangkaian nama dan kepemilikan inilah yang kini menjadi titik penelusuran.
PGJ sendiri memiliki bidang usaha yang cukup luas, antara lain real estat, akomodasi, restoran, pariwisata dan berbagai kegiatan rekreasi.
Nama Karto Planet Ikut Muncul
Penelusuran Republikbersuara.com juga menemukan informasi yang menyebut Helli Saputra sebagai anak kedua Karto Planet.
Informasi yang beredar menyebut Karto Planet memiliki empat anak, yakni Dolly sebagai anak pertama, Helli anak kedua, Charlie anak ketiga dan Sakti anak keempat.
Namun, hubungan keluarga tersebut masih dalam tahap konfirmasi. Republikbersuara.com masih berupaya mendapatkan keterangan langsung dari Helli Saputra maupun pihak terkait.
Karena itu, informasi mengenai hubungan keluarga tersebut belum dapat dipastikan sebagai fakta sebelum terdapat konfirmasi atau dokumen pendukung yang memadai.
Muncul di Tengah Perkara Bentrokan Berdarah
Nama-nama dalam struktur perusahaan tersebut menjadi semakin menarik untuk ditelusuri karena muncul di tengah penanganan perkara bentrokan berdarah di Jembatan 3 Setokok.
Dalam perkara tersebut, polisi telah menetapkan empat orang sebagai tersangka, salah satunya Suherman alias Panglima Lang Laut.
Namun, sejauh informasi yang terkonfirmasi, tidak dapat disimpulkan bahwa keberadaan nama Helli Saputra atau PT Putera Global Jaya dalam struktur perusahaan otomatis menunjukkan keterlibatan mereka dalam perkara bentrokan tersebut.
Pertanyaan yang kini masih menunggu jawaban adalah bagaimana sebenarnya hubungan antarperusahaan dalam rantai kepemilikan tersebut, siapa pihak-pihak yang berada di balik struktur korporasi, serta apakah terdapat keterkaitan langsung dengan objek persoalan yang menjadi latar belakang konflik di Setokok.
Republikbersuara.com masih melakukan penelusuran dokumen korporasi dan mengupayakan konfirmasi kepada Helli Saputra.
(Tim Redaksi)


































Komentar