Advertisement
Nasional Peristiwa
Beranda / Peristiwa / Minimnya Fasilitas, Penumpang Kecewa dengan Pelayanan Amburadul di Pelabuhan Tanjung Priok

Minimnya Fasilitas, Penumpang Kecewa dengan Pelayanan Amburadul di Pelabuhan Tanjung Priok

Republikbersuara.com, Jakarta – Pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat (24/7/2026) dini hari menuai keluhan dari sejumlah penumpang KM Kelud yang baru tiba dari Medan dan Batam. Minimnya fasilitas dasar serta kondisi pelabuhan yang dinilai semrawut membuat ratusan penumpang kesulitan saat turun dari kapal.

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 01.30 WIB, KM Kelud bersandar tanpa fasilitas garbarata. Area dermaga, ruang tunggu, hingga lapangan parkir juga dilaporkan minim penerangan, sehingga menyulitkan penumpang, petugas, maupun para penjemput untuk melihat barang bawaan dan saling mengenali.

“Kondisinya gelap sekali. Barang-barang tidak kelihatan, orang juga tidak kelihatan. Semuanya jadi semrawut,” ujar salah seorang penumpang.

Keluhan juga disampaikan terkait ketersediaan troli. Sejumlah penumpang mengaku tidak diperbolehkan menggunakan troli berukuran besar karena, menurut petugas, fasilitas tersebut hanya diperuntukkan bagi porter.

Hingga sekitar pukul 02.30 WIB, kondisi di pelabuhan belum juga berangsur normal. Ratusan penumpang masih tampak berdesakan dan kebingungan mencari kendaraan untuk melanjutkan perjalanan. Para penjemput pun mengalami kesulitan memperoleh angkutan umum.

“Cek Jatah” Jaringan Planet Mengalir Lewat Hendra, Bareskrim: Dia Masuk DPO dan Berada di Luar Negeri

Kekecewaan penumpang terdengar di sejumlah titik area pelabuhan. Salah seorang penumpang melontarkan kritik terhadap pelayanan yang diberikan.

“Inilah BUMN, semua pada dikorupsi,” ucapnya.

Penumpang lainnya mempertanyakan kesiapan fasilitas pelabuhan dalam mengantisipasi kondisi darurat.

“Heran, masa pelabuhan sebesar ini tidak ada genset untuk backup,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari PT Pelni maupun otoritas Pelabuhan Tanjung Priok terkait berbagai keluhan yang disampaikan para penumpang.

Wajah Loyo Yuwangki dan Basri Lewaimang Diobok Bareskrim dalam Reka Ulang Kasus Narkoba Batam

(KRS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement