Republikbersuara.com, Batam – Sosok NandaDiana Tarulina Sihombing menjadi perhatian publik usai tampil sebagai Perwira Upacara dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda Kepulauan Riau. Penampilan Polwan Polda Kepri tersebut menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian karena untuk pertama kalinya jajaran Polisi Wanita (Polwan) mengisi sejumlah posisi utama dalam upacara tingkat Polda.
AKBP Djuariah, perwira Polwan lulusan Program Diploma III Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (D-III PTIK) Angkatan III Tahun 2001 “Kanya Nagata Limpadpatari”, dipercaya mengemban tugas sebagai Perwira Upacara. Jabatan tersebut memiliki peran penting dalam memastikan seluruh rangkaian upacara berlangsung tertib, khidmat, dan sesuai dengan tata upacara kepolisian.
Momentum Hari Bhayangkara ke-80 tahun ini menjadi catatan tersendiri bagi Polda Kepulauan Riau. Sejumlah Polwan diberikan kepercayaan untuk mengisi posisi-posisi strategis yang selama ini identik diemban personel laki-laki. Penugasan tersebut menjadi simbol semakin besarnya ruang kepemimpinan bagi Polwan di lingkungan Polri.
Selain AKBP Djuariah, jabatan Komandan Upacara dipercayakan kepada AKBP Nanda Diana Tarulina Sihombing, perwira lulusan Akademi Kepolisian Tahun 2009-B “Dharma Kesatria”. Ia memimpin jalannya Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Lapangan Bhayangkara Mapolda Kepri.
Sementara itu, posisi Komandan Pasukan Defile diemban oleh Kompol Cut Putri Amelia Sari, lulusan Akademi Kepolisian Tahun 2009-A “Ananta Hira”. Ia bertanggung jawab memimpin pasukan defile yang menjadi salah satu rangkaian utama dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama pelaksanaan upacara, Polda Kepri juga menyiapkan personel cadangan, yakni AKBP Adolfien Christine Newyara Tuerah sebagai Cadangan Perwira Upacara serta Kompol dr. Dian Galuh Maharani, Sp.PD., sebagai Cadangan Komandan Pasukan Defile.
Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin mengatakan penugasan para Srikandi Bhayangkara sebagai petugas utama upacara merupakan bentuk kepercayaan institusi terhadap kemampuan, profesionalisme, serta dedikasi Polwan dalam menjalankan tugas.
Menurutnya, kehadiran Polwan pada posisi-posisi strategis tersebut menunjukkan bahwa personel perempuan di tubuh Polri memiliki kapasitas yang sama untuk memimpin, mengambil tanggung jawab, dan menjalankan tugas-tugas penting dalam berbagai kegiatan institusi.
“Penugasan ini merupakan wujud kepercayaan institusi terhadap kompetensi dan profesionalisme Polwan. Kami berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 semakin memperkuat komitmen seluruh personel untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang profesional, humanis, serta Presisi kepada masyarakat,” ujar Kapolda.
Kehadiran para Srikandi Bhayangkara sebagai aktor utama dalam pelaksanaan upacara bukan hanya menjadi simbol kesetaraan peran di lingkungan Polri, tetapi juga mencerminkan transformasi organisasi yang semakin memberikan ruang bagi kepemimpinan perempuan dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di tengah masyarakat.
(Tim Redaksi)









Komentar