Republikbersuara.com, Batam – Ini bukan film horor. Ini nyata. Dan lebih kejam dari yang bisa dibayangkan. Seorang polisi muda, Bripda Natanael Simanungkalit anak dari keluarga sederhana, anak sopir angkot tewas mengenaskan di dalam asrama Polda Kepri. Tempat yang seharusnya aman… berubah jadi “rumah neraka.”
Tubuh korban ditemukan penuh luka lebam. Punggungnya hancur. Tidak ada tanda perlawanan. Seolah ia tak diberi kesempatan untuk bertahan hidup.
Dihabisi oleh seniornya sendiri.
Pelaku utama, Bripka AS, kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Tapi publik bertanya, apakah hanya satu orang? Atau ada yang lain yang masih disembunyikan?
Kabar kematian tragis ini langsung menyulut kemarahan keluarga besar, termasuk paman korban adik dari anggota DPR RI, Adian Napitupulu
Pion Budiman Napitupulu berbicara lantang. Tidak lagi menahan emosi.
“Keponakan saya anak sopir angkot! Masuk polisi untuk mengubah nasib, bukan untuk mati dipukuli! Usut sampai tuntas! Jangan ada yang ditutup-tutupi!”
Kasus ini kini disebut sudah sampai ke DPR RI. Tekanan publik mulai membesar. Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri menyatakan akan menindak tegas pelaku.
“Tidak ada ampun bagi pelaku kekerasan,” pungkasnya
(jim)


Komentar