Republikbersuara.com, Batam – Ini bukan film horor. Ini nyata. Sebuah tragedi mengerikan diduga terjadi di dalam rumah susun asrama Polda Kepri tempat yang seharusnya menjadi hunian aman, justru berubah menjadi arena kekerasan brutal yang merenggut nyawa.
Bripda Natanael Simanungkalit, anggota Bintara Samapta angkatan 2025 yang baru dilantik beberapa bulan lalu, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, Senin (13/4/2026) malam.
Tubuhnya penuh luka lebam. Punggungnya hancur dihantam. Tidak ada tanda perlawanan berarti seolah korban tak berdaya saat dugaan penganiayaan itu terjadi.
Informasi yang diterima Republikbersuara.com, menyebutkan korban diduga dikeroyok oleh lima oknum seniornya sendiri.
Lima lawan satu.
Di dalam asrama.
Di balik tembok institusi.
Brutal. Tidak manusiawi. Mengguncang nurani.
Seorang anak muda yang baru saja mengabdi, diduga justru dihabisi oleh lingkungan yang seharusnya melindunginya. Bukan di jalanan. Bukan oleh penjahat. Tapi diduga dari dalam.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Namun satu hal tak bisa dibungkam kematian ini meninggalkan luka besar dan kecurigaan mendalam.
Jika benar ini kekerasan internal, maka ini bukan sekadar kasus.
Ini bom waktu.
Dan publik menunggu: siapa yang akan bertanggung jawab?
(jim)


Komentar
Ngerinyaaa senioritas
Ngerinyaaa senioritas