Advertisement
Batam Peristiwa
Beranda » Usai Dihujat “Tidak Paham K3”, GM PT ASL Shypiard Audrie Kosasih Tunduk di Bawah Tekanan Yapet Ramon dan Suprapto, Pertimbangkan 3.000 Lebih Pekerja Subkon Jadi Buruh Permanen

Usai Dihujat “Tidak Paham K3”, GM PT ASL Shypiard Audrie Kosasih Tunduk di Bawah Tekanan Yapet Ramon dan Suprapto, Pertimbangkan 3.000 Lebih Pekerja Subkon Jadi Buruh Permanen

Republikbersuara.com, Batam – Desakan keras dari Ketua KC FSPMI Batam Yapet Ramon dan Ketua PC SPL FSPMI Kota Batam Suprapto, yang disuarakan lantang dari atas mobil orator, akhirnya membuahkan hasil. General Manager PT ASL Shypiard Audrie Kosasih sepakat untuk menjadikan lebih dari 3.000 lebih pekerja subkontrak (subcon) sebagai karyawan tetap, usai aksi demonstrasi besar-besaran yang melibatkan sekitar 500 buruh, Rabu (22/10/2025).

Dalam aksi yang turut disaksikan Kasat Intel Polresta Barelang Kompol Yudi Rustam dan Kapolsek Batu Aji AKP Raden Bimo, pihak manajemen perusahaan diminta untuk segera mengambil sikap dan menandatangani pernyataan resmi terkait status pekerja.

“Tadi sudah mereka (GM Audrie Kosasih) menyampaikan akan menerima 3.000 lebih pekerja subcon untuk dinaikkan menjadi pekerja tetap, asal para pekerja melengkapi KTP Batam, karena banyak dari mereka masih ber-KTP luar Batam,” ujar Ketua KC FSPMI Batam Yapet Ramon di hadapan para demonstran.

Ramon menambahkan, selain melengkapi dokumen kependudukan, para pekerja juga akan menjalani tes kesehatan sebagai bagian dari proses administrasi penerimaan karyawan tetap.

Senada dengan itu, Ketua PC SPL FSPMI Kota Batam Suprapto menyampaikan bahwa penandatanganan pernyataan penerimaan karyawan tetap telah dilakukan dan disaksikan langsung oleh perwakilan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kepulauan Riau yang hadir di lokasi aksi.

JANJI PALSU SPRINDIK Tewasnya Al Fatih Usnan MANDEK 4 BULAN, Komisi I DPRD Batam Tagih Kompol M. Debby Andrestian

“Penandatanganan pernyataan penerimaan karyawan dari subkon menjadi tetap tersebut disepakati serta disaksikan langsung oleh pihak Disnaker Provinsi Kepri,” tegas Suprapto.

Lebih lanjut, Suprapto menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal perbaikan manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan PT ASL Shypiard, mengingat masih segar dalam ingatan tragedi tewasnya 13 karyawan akibat insiden kebakaran kapal tanker Federal II, serta empat pekerja lainnya yang meninggal dunia pada insiden bulan Juni lalu.

“Buruh akan terus mengawal perbaikan manajemen K3 usai 13 karyawan tewas dalam insiden kapal tanker Federal II, serta empat pekerja lainnya pada Juni lalu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum PT ASL Shypiard Niko Sitanggang mengatakan, pihaknya masih mempertimbangkan tuntutan para buruh menjadi karyawan permanen

“ Masih dalam pertimbangan oleh pihak manajemen PT ASL Shypiard apa yang dituntut oleh serikat pekerja menjadi karyawan tetap,” imbuhnya

Penyidik Polsek Batu Aji PERIKSA 4 SAKSI Termasuk Dokter Terkait TEWASNYA ZAINUDDIN Pekerja PT Amnor Shipyard

 

(jim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement