Republikbersuara.com, Batam – Tim Inafis Mabes Polri Cabang Pekanbaru melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di atas Kapal Federal II, lokasi ledakan di dalam tangki kapal yang menewaskan 11 pekerja dan menyebabkan puluhan lainnya luka kritis.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M. Debby Andrestian, kepada Republikbersuara.com, Minggu (19/10/2025) siang, mengatakan bahwa tim laboratorium forensik telah mengumpulkan puluhan sampel barang bukti dari lokasi tragedi maut yang kerap memakan korban jiwa tersebut.
“Puluhan sampel barang bukti sudah dikumpulkan oleh tim forensik Mabes,” terang Debby.
Ia menambahkan, penanganan kasus kecelakaan kerja itu hingga kini masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi dan ditangani dengan back up dari Ditreskrimum Polda Kepri.
“Tragedi laka kerja tersebut hingga kini masih dalam pemeriksaan saksi dan penanganan di-back up Dirreskrimum Polda Kepri,” imbuhnya.
Sementara itu, desakan masyarakat Kota Batam agar izin K3 milik PT ASL Shipyard dicabut terus menguat. Publik menilai perusahaan tidak serius menjamin keselamatan kerja, sehingga nyawa pekerja terus menjadi korban.
Tak hanya itu, masyarakat juga mendesak Gubernur Kepri Ansar Ahmad untuk mencopot Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri, Diky Wijaya, yang dinilai tidak memahami dan tidak memiliki pengalaman di bidang ketenagakerjaan, khususnya dalam upaya menekan angka kecelakaan kerja di Kepri.
(jim)



Komentar