Republikbersuara.com, Batam – Dwi Putri Aprilian Dini (25), wanita asal Lampung yang bekerja sebagai Ladies Companion (LC), ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan setelah diduga dianiaya oleh Wilson Lukman alias Koko, dengan dukungan pasangan kumpul kebonya Anik Istiqomah Noviana alias Meylika Levana alias Mami, serta dua koordinator agensi MK, Putri Eangelina Binti Yusrizal alias Papi Tama, dan Salmiati Binti Bacok alias Papi Charles.
Dalam tayangan yang diperoleh Republikbersuara.com, jasad Dwi Putri terlihat masih mengenakan jaket training putih bermotif garis dan celana panjang putih. Sekujur tubuh korban dipenuhi luka-luka, terutama pada bagian wajah, tangan, dan kaki diduga akibat pukulan benda tumpul. Tubuh korban tampak membiru hingga menghitam, memperlihatkan betapa kerasnya tindakan kekerasan yang ia alami.
Yang lebih memprihatinkan, bagian perut korban menggelembung tidak normal. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa para pelaku memaksa korban minum air menggunakan selang ke dalam hidungnya , sementara tangan korban diborgol dan mulutnya disumpal menggunakan lakban.
Aksi penyiksaan sadis ini membuat korban tewas, dan jasadnya sempat direkayasa sebagai Mrs. X sebelum akhirnya identitas Dwi Putri berhasil diungkap. Kasus ini sekaligus membuka tabir kejahatan Wilson, Meylika, serta dua koordinator MK yang kini ditetapkan sebagai tersangka.
(jim)



Komentar