Republikbersuara.com, Batam – Perkembangan terbaru kasus dugaan pengeroyokan terhadap Yulianto dan rekannya, Yang Sigu Ang, seorang warga negara Tiongkok, kini memasuki babak penting. Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang memastikan bahwa hasil analisa rekaman CCTV dari lokasi kejadian akan diumumkan pekan depan setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.
Salah seorang perwira yang namanya enggan disebutkan mengonfirmasi kepada Republikbersuara.com pada Minggu (26/10/2025) sore bahwa pihaknya telah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi yang berkaitan langsung dengan insiden tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyimpulkan bahwa rekaman CCTV menjadi bukti penting untuk memastikan siapa saja yang terlibat secara aktif dalam aksi pengeroyokan yang diduga dipicu persoalan utang-piutang antara korban dan anak pengusaha hiburan malam ternama, Hendra alias “Hendra Planet”.
“Kami sudah koordinasikan dengan tim Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk menganalisa rekaman CCTV yang kami amankan dari lokasi kejadian. Insyallah hasilnya bisa kami umumkan minggu depan setelah tim Labfor selesai melakukan analisa forensik digital,” ujar perwira tersebut.
Menurut dia , dari keterangan para saksi dan hasil pemeriksaan awal, Hendra membantah keras tudingan bahwa dirinya membawa benda tumpul atau terlibat langsung dalam pemukulan terhadap korban. Namun, penyidik masih menunggu hasil analisis visual dan forensik untuk memastikan kebenaran pengakuan tersebut.
“Hendra menyangkal membawa benda tumpul seperti yang tertulis dalam laporan polisi, namun kami tidak bisa serta-merta menerima atau menolak pengakuan itu tanpa melihat bukti visual. Karena itu, kami menunggu hasil Labfor untuk memperkuat proses penyidikan,” tambahnya.
Berdasarkan dokumen laporan polisi bernomor LP/B/394/IX/2025/SPKT/Polresta Barelang, insiden berdarah tersebut terjadi pada Kamis (18/9/2025) sekitar pukul 19.15 WIB di kediaman keluarga Hendra di Perumahan Marina Park, Blok Q Nomor 4, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.
Korban Yulianto dan Yang Sigu Ang dikabarkan datang ke rumah tersebut untuk menagih utang kepada Denny, anak kandung Hendra. Kedatangan mereka semula dilakukan dengan cara baik-baik, karena Yulianto berharap persoalan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa melibatkan pihak lain.
Sesampainya di rumah, mereka disambut oleh seorang perempuan yang mengaku sebagai anggota keluarga. Perempuan tersebut meminta korban menunggu karena Denny sedang dalam perjalanan menuju rumah. Setelah sekitar 30 menit, Denny tiba dan mempersilakan keduanya masuk ke ruang tamu untuk berbincang.
Namun, suasana damai tersebut berubah tegang ketika beberapa menit kemudian, Hendra tiba-tiba muncul bersama dua orang sekuriti yang diduga merupakan pengawal pribadinya. Menurut laporan korban, tanpa basa-basi Hendra langsung memukul kepala Yulianto menggunakan benda tumpul, disusul tindakan kekerasan oleh dua sekuritinya yang ikut menghajar korban secara brutal.
Korban berusaha bertahan dan melindungi diri, namun serangan bertubi-tubi menyebabkan luka terbuka pada bagian kepala, wajah, serta memar di tubuh bagian atas. Sementara itu, Yang Sigu Ang yang berusaha melerai justru turut menjadi korban pemukulan hingga mengalami luka memar di bagian bahu dan lengan.
Pasca kejadian, keduanya langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Barelang. Laporan itu kemudian diterima dan ditangani oleh penyidik Unit I Judisila yang langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk warga sekitar, petugas keamanan perumahan, serta beberapa orang yang berada di lokasi kejadian malam itu.
Sumber internal kepolisian menyebutkan bahwa hasil sementara pemeriksaan CCTV memperlihatkan adanya pergerakan beberapa orang masuk ke area rumah Hendra sekitar waktu kejadian, namun identifikasi detail wajah dan gerakan masih menunggu verifikasi dari Labfor Mabes Polri.
Kasus ini menjadi perhatian publik Batam karena nama Hendra Planet dikenal luas di kalangan pengusaha hiburan malam dan disebut memiliki hubungan bisnis dengan sejumlah tempat hiburan ternama di kawasan Nagoya.
Pihak kepolisian berjanji akan bersikap profesional dan transparan dalam menangani kasus ini, tanpa pandang bulu terhadap status sosial atau pengaruh pihak-pihak yang terlibat.
“Kami akan sampaikan hasil resmi setelah seluruh proses forensik dan penyidikan selesai. Tidak ada yang kebal hukum,” tegas perwira tersebut
Hingga berita ini diturunkan, kedua korban masih menjalani pemulihan medis dan menunggu perkembangan penyidikan lebih lanjut.
(Tim Redaksi)



Komentar