Republikbersuara.com, Batam – Kepala Bea dan Cukai (BC) Batam, Zaky Firmansyah, Rabu (12/11/2025) pagi, terlihat mendatangi Markas Polresta Barelang. Kedatangan pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Keuangan tersebut disebut-sebut terkait dengan kasus penangkapan 25 orang dan lima unit kendaraan yang diamankan oleh tim Satreskrim Polresta Barelang di kawasan Sagulung, Sabtu (8/11/2025) sore lalu.
Menurut sumber internal yang enggan disebutkan namanya, Zaky tiba di Polresta Barelang “usai matahari terbit”, atau sekitar pukul 07.00 WIB, sebelum apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin. Kehadiran mendadak Kepala BC Batam itu menimbulkan tanda tanya di kalangan personel dan masyarakat yang mengetahui adanya pengungkapan besar dugaan penyelundupan barang impor bekas atau balpres yang menyeret sejumlah nama pengusaha transportasi ternama di Batam.
Informasi yang dihimpun Republikbersuara.com menyebutkan, kunjungan Zaky Firmansyah tersebut dilakukan dalam rangka koordinasi awal dan konfirmasi data terkait barang bukti yang telah diamankan penyidik Polresta Barelang. Sejumlah barang bukti berupa kendaraan truk kontainer dan dokumen logistik disebut berkaitan dengan aktivitas pengangkutan milik perusahaan ekspedisi PT PLS, yang dikendalikan oleh seorang pengusaha bernama Hasnan alias Asiong, dikenal luas sebagai “raja jasa ekspedisi” di Batam.
Sumber di lingkungan penegak hukum juga menyebutkan bahwa beberapa dokumen pengiriman dan surat jalan yang ditemukan di lokasi penggerebekan diduga menggunakan legalitas yang berhubungan dengan Bea Cukai Batam. Hal inilah yang memicu langkah cepat Zaky Firmansyah untuk memastikan posisi institusinya dalam kasus tersebut, agar tidak timbul spekulasi liar yang dapat merugikan nama Bea Cukai Batam secara kelembagaan.
Sementara itu, pihak Polresta Barelang hingga sore hari belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pertemuan dengan Kepala BC Batam.
“Benar, ada kunjungan dari pihak Bea Cukai. Intinya koordinasi dan klarifikasi awal,” ujar seorang anggota yang berada di lokasi.
Upaya komunikasi dan konfirmasi resmi dari Republikbersuara.com kepada Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, masih terus diupayakan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi baik dari Bea Cukai maupun dari pihak kepolisian mengenai detail hasil pertemuan tersebut.
Namun yang jelas, kedatangan mendadak sang pejabat “usai matahari terbit” ke markas Polresta Barelang menjadi sinyal bahwa kasus dugaan penyelundupan mobil dan barang impor bekas ini tidak bisa dianggap enteng. Masyarakat kini menanti transparansi dan ketegasan kedua institusi negara dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
(Tim Redaksi)



Komentar