Republikbersuara.com, Batam – Isu kedekatan antara Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dengan Ahmad Safii, yang disebut-sebut sebagai mantan tim suksesnya, akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Lis.
Kepada Republikbersuara.com, Jumat (31/10/2025), melalui sambungan telepon, Lis Darmansyah membenarkan bahwa dirinya memang mengenal sosok Safii. Namun, ia menegaskan bahwa hubungan mereka tidak memiliki kaitan dengan isu atau kasus apa pun yang tengah diberitakan.
“Saya mengenal Safii sejak tahun 1995. Kami pernah bekerja bersama di sebuah usaha hiburan pada masa itu, sekitar tahun 1990-an,” ujar Lis Darmansyah.
Lis menjelaskan, hubungan kerja tersebut berlangsung singkat kurang dari satu tahun dan setelahnya mereka jarang berinteraksi lagi.
“Safii sudah lama tinggal di Kemboja dan kebetulan merupakan tetangga mertua saya,” tegasnya.
Lis juga menambahkan, jika pun ada pertemuan di acara tertentu, itu hanya bersifat kebetulan dan tidak ada komunikasi intens antara keduanya.
Menanggapi kabar penangkapan Udin, yang disebut-sebut merupakan jaringan Safii, Lis menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu-menahu soal itu.
“Informasi tentang Safii justru saya ketahui dari media, bukan dari hubungan pribadi,” jelas politisi berlambang kepala banteng tersebut.
Ia menilai pemberitaan yang mencoba mengaitkan namanya dengan Safii tidak berdasar, sebab hubungan mereka telah lama terputus dan sudah tidak relevan dengan situasi sekarang.
“Dalam dunia politik atau kegiatan sosial seperti tim sukses, banyak orang saling mengenal tanpa memiliki hubungan khusus. Wajar jika seseorang mengenal banyak pihak dalam satu lingkup, tapi itu tidak berarti ada keterlibatan dalam kasus tertentu,” ujar Lis.
Lebih lanjut, Lis mengungkapkan bahwa istrinya memang mengenal Safii sejak kecil karena rumah keluarga mereka berdekatan di kawasan Kemboja. Hal itu, menurutnya, hanya memperkuat bahwa hubungan mereka sebatas kenalan lama, bukan hubungan pribadi atau bisnis.
“Keseimbangan dan klarifikasi ini perlu disampaikan agar tidak menimbulkan persepsi keliru di mata publik,” tutup Lis.
(Tim Redaksi)



Komentar