Republikbersuara.com, Batam – Puluhan hingga ratusan warga Perumahan Cikitsu, Batam Center, mendatangi sebuah hotel RedDoorz yang berada di kawasan ruko perumahan tersebut pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Warga menyampaikan sejumlah keluhan terkait aktivitas operasional hotel yang dinilai meresahkan lingkungan.
Aksi warga tersebut diketahui saat Wakasat Samapta AKP Mardalis hendak menuju kantor untuk mengikuti apel malam patroli gabungan. Melihat adanya kerumunan warga di sekitar persimpangan Perumahan Cikitsu, ia kemudian turun langsung ke lokasi untuk mengetahui situasi yang terjadi.
Menurut keterangan warga, setibanya di lokasi, AKP Mardalis mendapati tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga yang sedang menyampaikan protes kepada pengelola hotel tersebut.
“Setelah itu AKP Mardalis mengajak tokoh masyarakat masuk ke lobi hotel untuk membicarakan apa yang menjadi alasan masyarakat melakukan aksi tersebut,” ujar seorang warga kepada Republikbersuara.com.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua RW Muhajir, Lubis selaku koordinator keamanan, serta sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan beberapa persoalan yang menjadi keluhan warga.
Di antaranya adalah kendaraan tamu hotel yang kerap parkir hingga dua lapis dan mempersempit badan jalan perumahan. Selain itu, warga juga mempersoalkan adanya pembuatan sumur bor yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan air hotel.
Warga juga mengaku resah dengan keberadaan sejumlah tamu yang dinilai tidak jelas identitas maupun pekerjaannya. Bahkan, menurut warga, terdapat dugaan pasangan yang belum menikah tinggal di tempat tersebut.
“Setiap habis salat Subuh masyarakat sering melihat perempuan berpakaian kurang sopan keluar dari hotel tersebut sehingga menimbulkan kecurigaan adanya aktivitas yang tidak sesuai dengan norma masyarakat,” ungkap warga.
Sebelumnya, perangkat RT dan RW setempat disebut telah memanggil pihak pengelola hotel untuk membahas berbagai keluhan warga. Namun, warga menilai respons yang diberikan pengelola saat itu tidak memuaskan sehingga memicu aksi protes yang lebih besar.
Dalam mediasi yang berlangsung di lokasi, AKP Mardalis kemudian meminta pihak karyawan hotel menghubungi pengelola. Melalui komunikasi tersebut, pengelola berjanji akan datang untuk membahas persoalan yang disampaikan warga.
Selain itu, hasil perkembangan situasi juga dilaporkan kepada Kapolresta Barelang dan dikoordinasikan lebih lanjut dengan jajaran Sat Samapta serta Polsek Batam Kota guna menjaga situasi tetap kondusif.
Hingga berita ini diturunkan, proses komunikasi antara warga, tokoh masyarakat, pihak pengelola hotel, dan kepolisian masih berlangsung untuk mencari solusi atas berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat.
(jim)






Komentar