Republikbersuara.com, Batam – Menjelang masa puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT Pelni (Persero) Kantor Cabang Batam mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan angkutan laut. Salah satu gebrakan terbesarnya adalah penambahan satu armada khusus, yaitu KM Nggapulu, yang biasanya beroperasi di wilayah Indonesia Timur.
Kapal tersebut dijadwalkan mulai melayani masyarakat dari Pelabuhan Batam pada 15 hingga 21 Desember 2025, guna memperkuat armada yang sudah ada sekaligus mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang yang diprediksi naik sekitar 5 persen dibanding tahun sebelumnya.
Penambahan Kapal untuk Atasi Lonjakan Penumpang
Kepala Pelni Batam, Edwin Kurniawan, menjelaskan bahwa rute Batam–Belawan (Medan) diperkirakan menjadi yang paling padat sepanjang periode libur akhir tahun. KM Nggapulu nantinya akan melayani lima kali trip, yang terbagi menjadi tiga keberangkatan di Desember 2025 dan dua keberangkatan di Januari 2026, tepatnya pada tanggal 6 dan 8 Januari 2026.
“Penambahan kapal ini bertujuan untuk menjaga kelancaran arus mudik sekaligus memastikan layanan tetap optimal meski kuantitas penumpang meningkat,” ujar Edwin.
Promo Besar: Diskon 20% Semua Rute
Dalam rangka memperluas jangkauan layanan dan mendorong pergerakan ekonomi masyarakat, Pelni juga memberikan diskon tiket sebesar 20% untuk seluruh rute keberangkatan dari Batam, termasuk:
- Batam–Jakarta
- Batam–Belawan (Medan)
Promo ini berlaku mulai 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, namun memiliki batas kuota anggaran sebesar Rp 24,8 miliar. Dengan skema ini, masyarakat diimbau segera memesan tiket sebelum kuota habis.
“Promo tidak dibatasi waktu pembelian, namun dibatasi kuota. Artinya, jika anggaran promosi mencapai batas Rp 24,8 miliar lebih cepat, maka diskon otomatis berhenti meskipun tanggal masih berjalan,” jelas Edwin.
Diskon juga berlaku untuk tiket pulang-pergi (PP), asalkan keberangkatan terjadi di dalam periode promo tersebut.
Kapasitas Kapal Mengalami Peningkatan Signifikan
Dalam menghadapi puncak arus mudik, Pelni turut melakukan peningkatan kapasitas pada dua kapal andalannya:
- KM Kelud
- Kapasitas normal: 2.607 penumpang
- Kapasitas puncak (Nataru): 3.457 penumpang
- Terakhir naik dok: September 2025
- KM Nggapulu
- Kapasitas normal: 2.138 penumpang
- Kapasitas puncak: 2.800 penumpang
- Naik dok terakhir: Juni/Juli 2025
Setiap penumpang juga mendapatkan jatah bagasi 40 kg, yang menjadi salah satu nilai plus layanan Pelni di tengah tingginya kebutuhan membawa barang saat mudik.
Lonjakan Penjualan Tiket Mulai Terlihat
Menurut Edwin, peningkatan jumlah penumpang sudah terasa sejak H-15 sebelum puncak mudik. Bahkan, beberapa tanggal telah menunjukkan lonjakan permintaan yang cukup tajam.
Tanggal dengan permintaan tiket tertinggi:
- 18 Desember
- 20 Desember
- 25 Desember
- 27 Desember
Saat ini, sekitar 60% tiket untuk periode Nataru telah terjual, menandakan antusiasme masyarakat yang cukup besar.
Adapun puncak arus mudik diprediksi jatuh pada 31 Desember 2025, di mana kapal biasanya tiba di Pelabuhan Batam sekitar pukul 23.00 WIB dan kembali berangkat pada pukul 04.00 WIB keesokan harinya.
Pengawasan Pelayanan Ditingkatkan
Terkait kualitas pelayanan di atas kapal, Pelni menegaskan bahwa hal tersebut berada di bawah pengawasan langsung kantor pusat untuk memastikan standar layanan tetap terjaga selama periode sibuk ini.
“Kami juga membuka kesempatan bagi rekan-rekan media untuk turun langsung melihat kondisi dan pelayanan di dalam kapal agar masyarakat mendapatkan gambaran yang objektif,” tutup Edwin.
(jim)



Komentar