Republikbersuara.com, Batam – Kematian Dwi Putri Aprilian Dini (25), wanita asal Lampung yang bekerja sebagai Ladies Companion (LC) di salah satu KTV terkenal di kawasan Nagoya, pada Sabtu (29/11/2025) di sebuah mess Blok D 28 Jodoh Permai, menimbulkan kemarahan besar keluarga korban di Lampung.
Setelah penyidikan intensif, polisi telah menetapkan empat tersangka Wilson, Meylika, Papi Tama, dan Papi Charles. Keempatnya diduga terlibat dalam rekayasa kejadian untuk menutupi penyebab kematian korban. Fakta-fakta mengerikan kasus ini terungkap melalui kesaksian seorang sekuriti RS Elisabeth Sei Lekop bernama Agung.
Upaya Mendapatkan Surat Kematian
Menurut Agung, para pelaku datang ke RS Elisabeth Sei Lekop dengan tujuan meminta surat keterangan kematian. Namun, gerak-gerik mereka menimbulkan kecurigaan.
Melihat adanya kejanggalan, Agung langsung menghubungi pihak Polsek Sagulung. Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Batu Ampar karena TKP berada di rumah kontrakan pelaku, yang diduga dijadikan tempat penampungan.
Pengakuan Aneh Para Pelaku
Yondri, rekan Agung sesama sekuriti, menceritakan bagaimana para pelaku memberikan alasan-alasan janggal kepada pihak rumah sakit.
“Saat ditanya kondisi korban, lengan tangan Dwi Putri Aprilian Dini terlihat luka-luka, mereka bilang korban mau bunuh diri,” ujar Yondri, Senin (8/12/2025) saat ditemui di RS Elisabeth kepada Republikbersuara.com
Menurut Yondri, para tersangka juga mengaku membawa pampers untuk mengalihkan perhatian, seolah-olah korban membuang urine karena hendak bunuh diri.
“Pengakuan para keempat menyebut membawa pampres untuk mengalihkan korban membuang urine akibat mau bunuh diri,” tambahnya.
Mencoba Menyamar sebagai Mrs X
Lebih lanjut, Yondri mengungkapkan bahwa keempat tersangka menyiasati identitas korban dengan menyebutnya sebagai Mrs X saat meminta surat kematian dari dokter.
“Para pelaku menyiasati korban sebagai Mrs X dan berusaha meminta surat kematian kepada dokter, hingga kasus tersebut akhirnya terungkap sebagai penganiayaan hingga tewasnya Dwi Putri Aprilian Dini,” jelasnya.
Upaya rekayasa itu runtuh setelah kecurigaan petugas keamanan dan laporan cepat ke aparat kepolisian membuka tabir dugaan kekerasan yang menyebabkan korban tewas.
(jim)



Komentar