Republikbersuara.com, Batam – Warga Kavling Melcem Sei Tering II, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, mendadak heboh setelah ditemukannya pasangan suami istri diketahui bernama Siti Qomariyah (32), asal Oku Timur, Palembang, dan Surya Kusuma (29), kelahiran Sihopuk Baru, Medan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah rumah kost, Blok B1 Nomor 18, pada Kamis malam (28/8/2025). Penemuan tragis ini sontak membuat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi dan menjadi perhatian publik.
Menurut keterangan sejumlah saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), pasangan tersebut diketahui baru beberapa pekan menempati kamar kost tersebut. Mereka kerap terlihat beraktivitas normal, meski beberapa warga juga sempat mendengar suara cekcok dari dalam kamar pada hari kejadian. Namun, tak ada yang menyangka pertengkaran itu berakhir dengan kematian keduanya.
Polisi yang tiba di lokasi segera melakukan pemeriksaan menyeluruh. Hasil temuan awal mengungkapkan dugaan kuat bahwa telah terjadi tindak kekerasan di dalam kamar. Sang istri, SK, ditemukan tak bernyawa di atas tempat tidur dalam kondisi tertutup selimut, namun saat diperiksa terdapat bekas darah di tubuhnya. Sementara sang suami, Surya, ditemukan tergantung di kamar mandi menggunakan seutas tali, dengan pakaian terakhir berupa kaos hitam dan celana pendek putih.
Seorang perwira kepolisian yang enggan disebutkan namanya menyampaikan analisa awal kepada Republikbersuara.com. Menurutnya, peristiwa nahas itu diperkirakan diawali dengan percekcokan hebat antara keduanya. Pertengkaran yang tak terkendali itu berujung pada aksi kekerasan hingga Surya diduga menghabisi nyawa istrinya. Selang 20 hingga 30 menit setelah memastikan istrinya tewas, Surya kemudian memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
“Kalau analisa sementara, diduga kuat suami membunuh istrinya lebih dulu. Setelah itu, mungkin karena panik atau menyesal, ia lalu gantung diri di kamar mandi,” jelasnya.
Untuk memastikan dugaan tersebut, kepolisian telah membawa kedua jenazah menggunakan mobil ambulans menuju rumah sakit guna dilakukan proses autopsi. Pemeriksaan medis mendalam diperlukan untuk mengungkap apakah korban perempuan sempat melakukan perlawanan, serta memastikan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan lain di tubuhnya.
“Saat ini jenazah sudah kami bawa ke rumah sakit untuk diotopsi. Dari hasil autopsi nanti akan jelas apakah ada luka pertahanan atau tanda-tanda kekerasan lain sebelum korban meninggal,” tambahnya.
Pihak kepolisian juga masih terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi sekitar lokasi. Barang-barang milik korban di dalam kamar kost pun turut diamankan sebagai barang bukti, termasuk selimut berlumur darah dan tali yang digunakan Surya untuk mengakhiri hidupnya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berakhir tragis di Batam. Warga sekitar pun berharap kepolisian dapat segera menuntaskan penyelidikan dan memberi kejelasan mengenai motif pasti di balik aksi nekat Surya.
(jim)



Komentar