Advertisement
Batam Peristiwa
Beranda » Bos Konter Handphone Tewas Gantung Diri Gegerkan Warga Sei Lekop

Bos Konter Handphone Tewas Gantung Diri Gegerkan Warga Sei Lekop

Republikbersuara.com, Batam – Warga Kavling Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung, digegerkan dengan penemuan sosok wanita muda bernama Bangunniari Panggabean, kelahiran Sibabangun, 12 Maret 2003, yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya sendiri, Sabtu (13/9/2025).

Perempuan berusia 22 tahun itu diketahui sehari-hari menjalankan usaha konter handphone di kawasan Sagulung. Kejadian tragis tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga yang merasa curiga karena korban tak terlihat beraktivitas sejak pagi. Saat diperiksa, korban sudah dalam keadaan tergantung menggunakan seutas kain yang diikatkan pada ventilasi pintu rumah.

Seorang warga setempat mengungkapkan, kondisi saat korban ditemukan sangat mengerikan. “Korban gantung diri dengan seutas kain di ventilasi pintu. Saat itu ia masih mengenakan kaos putih dan celana pendek berwarna coklat. Kami semua kaget, apalagi korban dikenal sebagai bos konter handphone yang cukup ramah,” ujar salah seorang saksi mata.

Suasana di lingkungan RT 03 RW 07 pun seketika menjadi mencekam. Banyak warga berbondong-bondong datang ke lokasi setelah kabar tersebut menyebar. “Korban tinggal sendirian di rumah itu. Setelah kejadian, kondisi rumah terlihat menyeramkan, terlebih ketika polisi datang melakukan olah TKP,” tambah warga lainnya.

Pihak kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan identifikasi serta memasang garis polisi. Inspektur Polisi Satu (Iptu) Husnul Afkar, Kapolsek Sagulung, saat dikonfirmasi Minggu (14/9/2025) siang, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan visum lebih lanjut.

Menunggu Giliran “ DUDUK di KURSI PANAS “ Subdit II Ditreskrimum Polda Kepri PANGGIL Li Xin Cs Terkait Konflik Bisnis PT JAJ vs PT CCYR

“Saat ini korban sudah kami evakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. Dugaan sementara korban melakukan bunuh diri, namun motifnya masih kami selidiki lebih jauh. Kami akan memanggil keluarga dan teman-teman dekat korban untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Sejauh ini, pihak kepolisian belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik selain bekas jeratan di leher. Namun demikian, penyidik tetap membuka kemungkinan lain sambil menunggu hasil pemeriksaan medis.

Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi kerabat dan warga sekitar. Korban dikenal cukup aktif dalam menjalankan usaha konter handphone dan jarang menimbulkan masalah di lingkungan. Namun, karena tinggal sendirian, aktivitas sehari-harinya jarang diketahui secara detail oleh tetangga.

(jim)

Usai OGAH BICARA, Manajemen PT ALS Supindo Construction Akhirnya BUKA SUARA Soal Laka Kerja Gio

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement